Sekjen Partai Nasdem Johhny G Plate

telusur.co.id – Sekjen Partai Nasdem, Johnny G Plate mengatakan maraknya kasus korupsi di Indonesia karena biaya politik yang sangat tinggi. Untuk meminimalisir hal itu, Nasdem tidak membebani atau memunguti dana bagi para caleg dengan biaya mahar. Nasdem ‘mengharamkan’ mahar.

“Di Nasdem tidak ada mahar politik. Baik di pilkada, pileg maupun pilpres. Tidak ada maharnya,” tegas Johnny kepada wartawan.

Bahkan, jelasnya, untuk biaya materai saja sudah disiapkan oleh DPP Partai Nasdem. Bagi yang mencalonkan DPR RI disiapkan di tingkat DPP. Di tingkat provinsi dipersiapkan oleh DPW Nasdem, begitupun sama tingkat kabupaten kota disiapkan oleh DPD Nasdem.

Kata Johnny, kebijakan yang diambil Nasdem bukan untuk pamer atau ingin dipuja dan dipuji partai lain. Tetapi, Nasdem ingin membuktikan bahwa gerakan perubahan restorasi Indonesia itu bukan hanya slogan saja. Nasdem ingin membuktikan bahwa biaya politik di Nasdem itu tidak menjadi dominan.

BACA JUGA :  Nasdem Usulkan Pembangunan Sulteng Berbasis Kawasan

“Partai Nasdem lahir untuk mengoreksi sistem yang tidak sesuai dengan cita-cita reformasi. Makanya, Nasdem ingin mengambil bagian untuk memperbaiki,” ujar Johnny.

Tentu, sambung dia lagi, untuk membersihkan politik Indonesia bebas dari korupsi membutuhkan pemimpin yang bersih dan berintegritas juga. Nah, untuk bersih dari korupsi harus bersih dulu figurnya. “Setidaknya caleg tidak ada beban finansial yang harus dipertanggungjawabkan atau dibayar kembali,”.

Menurut informasi yang diperoleh, terang Johhny, biaya politik para caleg maupun kepala daerah itu setengahnya untuk membiayai atau membayar mahar. Ketika Nasdem sudah membebaskan maharnya, berarti 100 persen dana yang dimiliki untuk pemenangannya di daerah.

BACA JUGA :  Wow.. NasDem Jadi Pelabuhan Politik Penyanyi Kondang Nafa Urbach

Setidaknya, ketika terpilih menjadi anggota dewan tidak sibuk untuk mencari pengganti 50 persen yang dibayarkan untuk mahar ke partai. “Harapan mencegah agar caleg dan anggota yang terpilih tidak melakukan korupsi,”.

Kebijakan Nasdem tidak berhenti pada tahap proses pencalonan caleg saja, pada saat terpilih sebagai anggota dewan juga tidak memotong gaji untuk membiayai partai. “Nasdem juga tidak akan mengambil uang kepada caleg yang terpilih dan duduk di parlemen. Tidak ada pungutan uang atau potong gaji untuk membiayai partai,” tegasnya. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini