Peneliti LIPI Syamsuddin Haris. FOTO. telusur.co.id/Tio Pirnando

telusur.co.id – Kendati sudah kritik dan ditolak mentah-mentah oleh rakyat Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan tetap ngotot ingin memberikan jabatan sipil ke TNI aktif.

Sikap ngotot itupun, langsung ditentang pengamat politik dari LIPI, Syamsuddin Haris.

“Saya keberatan pak Luhut. Wilayah militer aktif menurut saya bukan di ranah sipil,” tegas Syamsuddin menolak, Sabtu.

Justru, jelas dia, permasalahan itu muncul dan menjadi rumit ketika militer masuk ranah sipil dan ikut dalam politik praktis. Bahkan, sebagian masalah bangsa bermula ketika militer masuk politik.

“Karena itu salah satu cita-cita reformasi adalah menghapus dwifungsi ABRI & kembalikan TNI sebagai tentara profesional,” ujarnya.

BACA JUGA :  Pengamat Ingatkan Jokowi Tak Seret TNI Polri Aktif Duduki Lembaga Negara

Pendapat yang sama diungkapkan Ketua DPP Partai Demokrat, Rachland Nashidik. Ia dengan tegas mengatakan keberatan jika TNI masuk ranah sipil. “Saya keberatan,” tegasnya.

Tak hanya menolak, Rachland juga menantang Luhut untuk berdebat mengenai isu TNI. “Saya undang Luhut Binsar Panjaitan berdebat terbuka mengenai ini menghadapi saya. Kawan-kawan media, silahkan sampaikan,” katanya menantang.

Seperti diketahui, Luhut terus mencoba menggolkan ide TNI masuk ranah sipil sekalipun banyak ditentang masyarakat. Luhut beralasan, banyak pos yang cocok diduduki TNI.

Di bidang kemaritiman, misalnya. Dalam pandangannya, tidak ada orang dengan pengalaman sebaik perwira aktif TNI di Angkatan Laut (AL).

BACA JUGA :  Presiden Mestinya Tegas Menolak Penempatan Perwira TNI dalam Jabatan Sipil

Bukan hanya di bidang kemaritiman, Luhut juga mengusulkan para perwira aktif untuk mengisi di beberapa bidang lainnya. Di antaranya, SAR serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Jabatan lain yang bisa diemban adalah lembaga yang bertugas menjaga area perbatasan antarnegara. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini