KPU

telusur.co.id – Langkah Komisi Pemilihan Umum merilis daftar nama calon legislatif yang pernah mendekam di jeruji besi karena kasus korupsi, perlu diapresiasi walaupun langkah tersebut terjadi karena desakan berbagai pihak.

“Pengumuman caleg mantan napi korupsi dinilai sebagai ikhtiar kecil mendorong demokrasi bersih,” hal tersebut disampaikan Koordinator Presidium Demokrasiana Institute, Zaenal Abidin RIam di Jakarta.

Menurut dia, sikap berani dan ketegasan KPU bagian dari ikhtiar kecil, memastikan legislatif diisi orang bersih. “Banyak hal yang butuh pembenahan bila ingin demokrasi bersih, ini hanya salah satu bagiannya, makanya saya menyebut ikhtiar kecil,” jelas Enal.

BACA JUGA :  Publik Sedang Terbelah, LIPI Ingatkan KPU Hati-hati

Tindakan KPU sekaligus menguji sejauh mana kecerdasan masyarakat nantinya dalam menentukan sikap, bila ingin kualitas terbaik dari hasil Pemilu seharusnya memilih yang tidak pernah terjerat kasus korupsi.

“Ini kan membuat semuanya jadi jelas, mana yang pernah tersangkut korupsi mana yang tidak, tinggal sikap cerdas pemilih yang menentukan” pungkasnya.

Lebih jauh, seharusnya KPU melakukan sosialisasi masif ke pemilih tentang daftar caleg eks napi korupsi, hal ini penting guna memastikan informasi tersebut diterima secara merata oleh semua kalangan masyarakat

“Bahkan KPU perlu mengintenskan sosialisasi ke pemilih, supaya pemilih paham dengan baik, jadi jangan hanya sekali mengumumkan lantas dianggap semuanya selesai” tutupnya. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini