Wakil Presiden Suriah, Najah Al-Attar. Foto: Istimewa

telusur.co.id- Wakil Presiden Suriah, Najah Al-Attar mengingatkan intelektual muslim untuk perlunya untuk menghadapi serbuan asing, yang berusaha menghapuskan akar dan warisan Arab dan Bahasa Arab dalam upaya membuat pihak asing menjadi tokoh nasionalis Arab.

Hal itu disampaikannya dalam pembukaan konferensi tahunan ke-10 Akademi Bahasa Arab, yang berpusat di Ibu Kota Suriah, Damaskus, diselenggarakan di Perpustakaan Nasional Al-Assad, dilansir dari SANA, Selasa (26/2/19).

Al-Attar mengingatkan mengenai seruan oleh pihak asing untuk meninggalkan Bahasa Arab dan membatasi bahasa asing dengan dalih bahwa Bahasa Arab adalah penghalang ke arah pembangunan. Menurut dia, perlu untuk menangani dalil semacam itu dengan kesadaran dan kehati-hatian.

BACA JUGA :  Pesawat Tempur Turki Bunuh Puluhan Pejuang Pro Pemerintah Suriah

Al-Attar menilai, dalil tersebut akan mengarah kepada orang yang terpelajar yang menderita pengasingan di masyarakatnya mereka sendiri.

Ia memperingatkan mengenai upaya untuk mengucilkan atau menghalangi Bahasa Arab, yang menjadi pengantar warisan dan kebudayaan Bangsa Arab, selain perannya dalam nasionalisme Arab.

Hari pertama konferensi tiga-hari tersebut menampilkan kuliah mengenai isi digital Bahasa Arab di Internet, dan diikuti oleh anggota Akademi Bahasa Arab di Irak serta Aljazair.[tp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini