telusur.co.id- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengutuk serangan kekerasan terhadap pekerja kesehatan di Irak. WHO juga menyeru pemerintah Irak agar menjamin keselamatan pekerja kesehatan.

Satu pernyataan dari WHO dikeluarkan setelah seorang pekerja kesehatan diserang secara fisik saat ia memberi perawatan medis buat seorang perempuan yang berusia 70-an tahun dan sedang sakit di Azadi Teaching Hospital di Provinsi Kirkuk, Irak Utara.

“WHO menyeru pemerintah di Irak agar menjamin keselamatan pekerja kesehatan, instalasi kesehatan, dan kesucian perawatan kesehatan,” kata pernyataan itu, yang mengutip Adham Rashad Ismail, Penjabat Wakil WHO di Irak, dilansir dari kantor berita Cina, Xinhua, Selasa (26/2/19).

BACA JUGA :  lebih Dari 100 Juta Orang di Dunia Jatuh Miskin Akibat Tingginya Biaya Kesehatan

“Serangan semacam itu merupakan pelanggaran serius terhadap Hukum Kemanusiaan Internasional dan melucuti hak warga yang paling rentan, anak kecil, perempuan dan orang tua, untuk memperoleh layanan kesehatan dasar,” kata Ismail.

Pada tahun lalu, sebanyak 42 serangan terhadap pekerja perawatan kesehatan dicatat oleh WHO di Irak, 40 persen di antaranya terhadap praktisi medis, kata pernyataan tersebut.

“Sangat penting bahwa Pemerintah Irak menjamin bahwa pekerja kesehatan diperkenankan bekerja sepanjang waktu tanpa resiko, tak peduli lokasi mereka, dan pasien serta instalasi kesehatan dilindungi,” lanjut pernyataan tersebut.

BACA JUGA :  Ngerih! Ratusan Ribu Orang di Eropa Timur Didiangnosis Terinveksi HIV

Kementerian Kesehatan Irak mengatakan di jejaringnya bahwa Menterinya Alas Ad-Dini Al-Awan menerima di kantornya dokter yang diserang di Kirkuk dan menegaskan dukungan penuhnya buat personel kesehatan dan administratif di semua lembaga kesehatan dari setiap serangan saat mereka melaksanakan tugas kemanusiaan mereka.[tp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini