AJI mendesak penghapusan seluruh pasal karet dalam UU ITE dan KUHP yang kerap digunakan untuk mengkriminalisasi para perjuang HAM, termasuk para jurnalis.Foto: Net

telusur.co.id- Demokrasi di Indonesia saat ini bepotensi kembali terancam menyusul penangkapan dosen dan aktivis HAM Robertus Robet.

Demikian disampaikan oleh Ketua Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Abdul Manan dalam keterangannya, Kamis (7/3/19).

AJI berpandangan, kata Mantan, orasi yang disampaikan Robet merupakan kebebasan berekpresi warga negara yang dijamin dan tertuang pada UUD 1945 pasal 28E ayat (3) UUD 1945.

“Penyampaian pendapat juga merupakan bagian dari hak asasi manusia sebagaimana yang tercantum dalam Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia,” ujarnya.

Menurut dia, penangkapan Robet ini juga membuat rezim saat ini tidak ada bedanya dengan Orde Baru yang mengekang kebebasan berekspresi dan berpendapat.

BACA JUGA :  Soal Robert Tersangka, Fahri Sindir Aktivis HAM Yang Mulai Menghilang

Karenanya, AJI mengecam penangkapan Robet yang dianggap tidak memiliki dasar jelas.” Kritik Robertus Robet terhadap rencana pemerintah menempatkan kembali prajurit aktif TNI di jabatan sipil dijamin oleh perundang-undangan,” imbuhnya.

Selain itu, AJI juga mendesak kepolisian untuk membebaskan segera Robet dan menghormati HAM dengan menjamin hak warga negara untuk berpendapat dan berekspresi sebagaimana diatur Undang-undang Dasar 1945

“Mendesak penghapusan seluruh pasal karet dalam UU ITE dan KUHP yang kerap digunakan untuk mengkriminalisasi para perjuang HAM, termasuk para jurnalis,” tandasnya.[asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini