Politikus Partai Demokrat, Andi Arief / Net

telusur.co.id- Politikus Partai Demokrat, Andi Arief mengkritik program Kartu Pra Kerja bagi mereka yang masih menganggur yang digagas capres petahana, Joko Widodo.

Menurut Andi, dengan keadaan keuangan negara seperti saat ini, janji Kartu Pra Kerja itu sangat sulit untuk ditepati.

“Kartu Pra kerja itu kartu bohong. Sebuah janji yang tak mungkin dilaksanakan 5 tahun ke depan. Negara gak banyak uang, kita bukan negara welfare state,” cuitnya Andi dalam akun Twitter-nya @AndiArief__, Senin (11/3/19).

Bahkan, dia menganggap, program seperti itu adalah sebuah “pembohongan” dalam sejarah Pemilu, hanya demi mendapatkan elektoral.

BACA JUGA :  Kembalikan Aset Negara, KPAN Dukung Perjanjian Bantuan Hukum Timbal Balik Indonesia-Swiss

“Janji elektoral paling bohong dalam sejarah pemilu Indonesia,” demikian tulis Andi.

Sebelumnya, Kartu Pra Kerja merupakan salah satu program yang digagas capres 01, Jokowi.

Dijelaskan Jokowi, Kartu Pra Kerja berfungsi memberikan pelatihan bagi masyarakat yang baru lulus pendidikan. Mereka yang nantinya belum mendapat pekerjaan, bakal digaji pemerintah dalam batas waktu tertentu.[asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini