telusur.co.id – Kementerian Koperasi dan UKM memfasilitasi kemitraan strategis antara petani jagung dengan PT Sido Agung Agro Prima di Kabupatrn Ngawi, Jawa Timur. 

Perusahaan yang berlokasi di Cirebon tersebut berkomitmen untuk melakukan pembelian jagung petani sebagai antisipasi menjaga harga tetap stabil.  

“Kemitraan petani jagung dengan perubahan perusahaan besar menjadi kunci dalam menjaga harga jagung stabil pada panen raya yang sedang berlangsung saat ini,” kata Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kadir Damanik, saat melakukan kunjungan ke sentra jagung di Desa Plumpuh, Kecamatan Rejuno, Kabupaten Ngawi, Jatim, Senin (11/3/19). 

BACA JUGA :  Kemenkop Tekankan Pentingnya Pengawasan Koperasi

Konsep kemitraan strategis yang akan dibangun akan terus disempurnakan seiring dengan berjalanan waktu serta tahapan praktek kemitraan yang sudah dijalankan.

Dalam kunjungan kerjanya tersebut Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha mengawali dengan panen perdana yang ditandai dengan pemotongan tongkol jagung dari batangnya sekaligus bertemu dengan para petani. Para petani menyatakan bisa memproduksi jagung berkualitas melalui pemberian edukasi dan pendampingan.

Dari Desa Plumpuh, Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha melanjutkan perjalanannya meninjau salah satu perusahaan yang mengelola mesin dryer diwilayah Caruban, Kabupaten Madiun yang mampu mengeringkan jagung sebanyak 40 ton per shift untuk menurunkan kadar air dari 30 persen menjadi 14-15 persen selama 7 jam dan dapat beroperasi selama 24 jam dengan total kapasitas 120 ton per hari. 

BACA JUGA :  Kemenkop Benahi UMKM Korban Tsunami di Lampung Selatan

Kadir megatakan setelah melalui proses pengeringan dapat memenuhi standar kualitas yang dipersyaratkan maka jagung hasil pengeringan tersebut langsung dibeli PT Sido Agung Agro Prima dan dikirim ke Cirebon.[Far]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini