Konferensi Pers PGK Sumsel, Kamis (7/3/19). (Ist)

telusur.co.id – Milenial Road Safety Festival (MRSF) Provinsi Sumatera Selatan akan dilaksanakan pada hari Sabtu (9/3/19) mendatang.

Sebelumnya, Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Sumatera Selatan (Sumsel) menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo di tanah Sumsel yang salah satu agendanya adalah menghadiri kegiatan MRSF.

“Namun, kami sangat menyayangkan pelaksanaan agenda MRSF Sumatera Selatan tidak mengikuti arahan Kapolri, dimana kegiatan ini merupakan kerjasama antara PGK dan Kepolisian, dalam hal ini Korlantas Polri,” kata Ketua PGK Sumatera Selatan, Agus Suherman Tanjung, dalam keterangannya, Kamis (7/3/19).

Perlu diketahui, bahwa konsep awal kegiatan MRSF merupakan sumbangsih ide PGK kepada Polri dalam rangka mengkampanyekan keselamatan berlalu lintas bagi kaum milenial. Karenanya, kata Agus, sangat aneh apabila kegiatan MRSF Sumsel tidak melibatkan unsur PGK.

BACA JUGA :  RSUD Sekayu Raih Best of The Best Award, Maphilinda Syahrial Oesman: Selamat

Sebagai contoh, dalam pembacaan deklarasi keselamatan berlalu lintas itu lazimnya berkoordinasi dan melibatkan unsur PGK sebagaimana telah dilaksanakan di provinsi lainnya. Sehingga agenda deklarasi dapat steril dari kepentingan panggung politik tertentu.

“Apalagi kami melihat pembaca deklarasi tersebut merupakan caleg yang sudah barang tentu kader partai politik. Padahal agenda MRSF ini adalah agenda milenial yang independen. Tidak boleh mentang-mentang anak gubernur lalu bisa seenaknya merusak panggung agenda MRSF. Tentu hal ini akan merusak citra Polri yang profesional,” paparnay.

Dia menilai, Kapolda dan Dirlantas Polda Sumatera Selatan telah salah memahami esensi kegiatan MRSF. Sehingga terkesan hanya untuk ramai-ramaian saja.

“Oleh karena kesalahpahaman tersebut, banyak kepentingan politik yang masuk dalam kegiatan ini termasuk dijadikan alat panggung oknum politik,” ungkaonya.

BACA JUGA :  Satgas Saber Pungli Temukan Dugaan Pelanggaran di PT KAI

Dengan demikian, dia menegaskan, PGK Provinsi Sumatera Selatan menarik diri dari keterlibatan kegiatan Milenial Road Safety Festival Prov. Sumatera Selatan.

“Kami tidak bertanggungjawab atas dinamika atau dampak politik yang terjadi dalam atau pasca kegiatan MRSF yang diselenggarakan di Sumatera Selatan,” tegasnya.

Dia juga mengingatkan Polda Sumatera Selatan untuk tidak menggunakan atau memasang logo PGK dan RELASI dalam kegiatan MRSF Sumatera Selatan.

“Karena kami menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukanlah kegiatan PGK atau RELASI. Kegiatan tersebut sudah banyak dicampuri oleh kepentingan politik tertentu,” tambahnya.

“Selanjutnya, kami akan melaksanakan konsolidasi akbar dengan sejumlah kelompok aktivis yang sudah kecewa dengan penyimpangan yang terjadi dalam kegiatan MRSF Sumatera Selatan,” pungkasnya. (fhr)

Like :

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini