dipimpin Duta Besar Finlandia dan Estonia, Wiwiek Setiawati Firman, puluhan warga Finlandia dari berbagai profesi yang turut serta dalam rombongan melihat secara langsung Pusat Informasi Pariwisata dan Penggosokan Intan (PIPPI) Martapura Kabupaten Banjar yang merupakan salah satu binaan Bank Indonesia.Foto:telusur.co.id

telusur.co.id- Kedatangan rombongan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Finlandia dan Estonia, dimanfaatkan juga pihak Bank Indonesia Kantor Wilayah Kalimantan Selatan untuk memperkenalkan binaan nya dalam dunia pariwisata, Jum’at (15-03-2019) pagi.

Dengan dipimpin Duta Besar Finlandia dan Estonia, Wiwiek Setiawati Firman, puluhan warga Finlandia dari berbagai profesi yang turut serta dalam rombongan melihat secara langsung Pusat Informasi Pariwisata dan Penggosokan Intan (PIPPI) Martapura Kabupaten Banjar yang merupakan salah satu binaan Bank Indonesia.

Dilokasi ini, rombongan dibuat takjub dengan proses sebuah berlian (intan yang telah di cutting) menjadi sempurna dengan alat khusus.
“Seperti yang kita lihat tadi rombongan begitu terkesima dengan cara bagaimana sebuah intan berproses,” ujar Wiwiek Setiawati Firman yang mengaku sangat bangga melihat kearifan masyarakat Banua Kalimantan Selatan.

BACA JUGA :  Libur Nasional, Warga Serbu Tahura Sultan Adam

Apalagi, jelas Wiwiek, adanya kunjungan ini oleh jajaran Pemprov Kalimantan Selatan juga mengenalkan destinasi wisata lokal, apalagi daerah lain selama ini perkembangan pariwisata hanya dikenal seperti kawasan Bali dan Yogyakarta.

“Untuk diketahui khusus untuk warga Eropa Utara, mereka itu sangat suka destinasi alam terkhusus fauna yang langka sehingga pasti akan di datangi,” jelasnya.

Sementara itu, Deputi Direktur KPwBI Kalsel, Mohd Irwan menuturkan bahwa adanya peran serta Bank Indonesia dalam mendukung kunjungan Kedubes Finlandia ke Kalimantan Selatan sebagai salah satu bentuk mendukung perkembangan dunia pariwisata di Bumi Antasari.

BACA JUGA :  Isi Kampanye Terakhir Dengan Pasar Murah

“Maklum saja salah satu kegiatan yang bisa mengisi defisit neraca saldo Kalimantan Selatan adalah dari sektor pariwisata,” papar Irwan.
Untuk itulah, guna menggeliatkan dunia pariwisata di Kalimantan Selatan pihak Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan akan melakukan kajian studi banding atau rakor pariwisata dengan berbagai stakeholder terkait.

“Dalam waktu dekat studi banding atau rakor akan dilakukan Bank Indonesia Kalimantan Selatan untuk dunia pariwisata ini, sehingga diharapkan bisa mengetahui apa saja yang patut menjadi masukan ke pemerintah,” pungkas Irwan.[asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini