telusur.co.id – Para pelaku UMKM di Indonesia cukup banyak dan potensial. Mereka harus dibina dan diberi pendampingan, sehingga mereka bisa mandiri dan berkelanjutan menjadi pengusaha besar.

Nanti efek dominonya bisa menyerap tenaga kerja yang banyak dan dapat menyumbang kepada devisa negara dalam bentuk pembayaran pajak yang nominalnya cukup signifikan.

Dicontohkan seperti MNC group setiap tahun membayar pajak kepada negara tidak kurang dari 1,5 triliun sebagai andil kepada pembangunan. Untuk mengurangi hutang Indonesia terhadap negara luar, sektor pajak menjadi bidikan pemerintah. Tapi sayang perusahaan besar semacam ini baru hanya sekitar 10%. Selebihnya masih tergolong UMKM.

Demikian dikatakan Hary Tanoesoedibjo dalam acara Penutupan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Partai Perindo di JIExpo Convention Centre Kemayoran Jakarta, Rabu, 20/3 yang diikuti para Caleg segala tingkatan di lnternal partai yang bervisi Indonesia Sejahtera.

BACA JUGA :  Miliki Kelebihan, Hary Tanoe Cocok Jadi Cawapres Jokowi

“Maka program aksi Partai Perindo kedepan diantaranya akan membuat percontohan di setiap kota dan kabupaten seluruh Indonesia UMKM Percontohan (Pilot Protect) yang langsung dibina institusi partai di daerah masing-masing dalam pengawasan institusi partai tingkat pusat,” kata Pengusaha Sukses dengan semangat.

“Hal ini harus kita lakukan untuk mencapai masyarakat sejahtera. Kalau tidak kita akan terpuruk terus, belum lagi libilitas pembangunan, setiap tahun Bonus Demografi bertambah penduduk berkisar 3-4 juta jiwa. Jika tidak dikejar dengan bangkitnya UMKM menjadi Perusahaan Besar, terjadi penumpukan besar-besaran pengangguran yang terus bertambah,” Katanya dengan penuh motivasi.

Sementara itu, Caleg DPR RI No.7 Partai Perindo Dapil Jawa Barat 3, Kota Bogor dan Cianjur, Azkar Badri mengatakan, masalah hutang Indonesia harus keluar dari Lingkaran Setan (Circle Stanic). Berhutang, Tidak bisa bayar. Berhutang lagi. Lagi dan Lagi. Masyarakat terus menjadi korban dalam ketidakberdayaan.

BACA JUGA :  Ribuan Unggulan KUMKM Telah Manfaatkan Layanan Promosi Smesco

“Di era Orde Baru saja kita sudah punya hutang sekitar 1.800 Triliun. Menurut Ekonom waktu itu, seandainya hutang itu harus dibayar dengan menjual aset negara. Indonesia masih punya sisa hutang 60 triliun. Bisa dibayangkan, berarti Indonesia ini tinggal sebuah nama. Jeroannya sudah habis,” kata Mantan Aktivis Mahasiswa ini.

“Nah berarti bisa kita simpulkan, siapapun pemerintah ini dari periode ke periode tidak lepas dari berhutang ke negara donor. Maka tawaran pak HT (Panggilan akrab Hary Tanoesoedibjo) tersebut solusi yang konkret untuk keluar atau penyelesaian Hutang Indonesia.” Kata Azkar Badri. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini