Ethiopian Airlines. (Ist)

telusur.co.id – Administrasi Penerbangan Sipil Tiongkok (CAAC) mengatakan semua maskapai penerbangan China harus menunda penggunaan 737 MAX 8 mereka pada pukul 6 malam. (1000 GMT).

CAAC mengatakan akan memberi tahu maskapai penerbangan kapan mereka bisa melanjutkan menerbangkan jet setelah menghubungi Boeing dan Federal Aviation Administration (FAA) A.S. untuk memastikan keamanan penerbangan seperti dilansir reuters.

“Mengingat bahwa dua kecelakaan melibatkan pesawat Boeing 737-8 yang baru dikirim dan terjadi selama fase tinggal landas, mereka memiliki beberapa tingkat kesamaan,” kata CAAC, menambahkan bahwa pesanan itu sejalan dengan prinsip toleransi nol terhadap keselamatan.

Perusahaan data penerbangan Cina Variflight mengatakan setidaknya 29 penerbangan internasional dan domestik pada hari Senin telah dibatalkan dan bahwa maskapai telah menukar pesawat dengan 256 penerbangan lain yang telah dijadwalkan untuk menggunakannya.

BACA JUGA :  Libur Imlek, Bioskop Untung Hingga 3 Triliun

Ketua China Eastern, Liu Shaoyong, mengatakan kepada publikasi keuangan Caixin di sela-sela pertemuan parlemen di Beijing bahwa mereka hanya akan mempertimbangkan untuk melanjutkan 737 MAX 8 penerbangan begitu Boeing mengeluarkan komitmen keselamatan untuk jet dan membuktikan bahwa tidak ada hubungan desain pesawat antara dua tabrakan.

Penyebab kecelakaan Indonesia masih diselidiki. Sebuah laporan pendahuluan pada bulan November, sebelum perekam suara kokpit ditemukan, berfokus pada pemeliharaan dan pelatihan maskapai penerbangan dan respons sistem anti-stan Boeing terhadap sensor yang baru saja diganti tetapi tidak memberikan alasan atas kecelakaan itu.

BACA JUGA :  Negosiasi Perang Tarif Antara China dan Amerika Masih Alot

Ethiopian Airlines mengatakan telah menerbangkan armada 737 MAX 8 sampai pemberitahuan lebih lanjut sebagai “tindakan pencegahan keamanan ekstra” meskipun tidak tahu penyebab kecelakaan hari Minggu.

Seperti diketahui, sebuah Ethiopian Airlines 737 MAX 8 menuju Nairobi jatuh beberapa menit setelah lepas landas pada hari Minggu, menewaskan semua 157 orang di dalamnya dan mendorong kapal induk untuk mendaratkan sisa armada jetnya.

Itu adalah kecelakaan kedua pada 737 MAX 8, versi terbaru dari jet penyempit pekerja keras Boeing yang pertama kali masuk layanan pada tahun 2017.

Pada bulan Oktober, 737 MAX 8 yang dioperasikan oleh maskapai berbujet Indonesia Lion Air jatuh 13 menit setelah lepas landas dari Jakarta dengan penerbangan domestik, menewaskan semua 189 penumpang dan awak. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini