Eef Saefulloh Fatah

telusur.co.id – Founder dan CEO Polmark Indonesia, Eef Saifullah Fatah mengatakan pertarungan di pilpres 2019 akan semakin menarik karena elektabilitas dua kandidat pasangan capres dan cawapres belum ada yang tembus hingga 50 persen.

Berdasarkan hasil terbaru, pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin hanya mampu meraih 40,4 persen suara, sementara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno sebesar 25,8 persen. “Undecided voters sebesar 33,8 persen,” ungkap Eef Saefulloh Fatah disela-sela penyampaian di Forum Pikiran Akal dan Nalar di Surabaya, Selasa.

Eef menegaskan, kendati elektabilitas pasangan Jokowi-Ma’ruf mengungguli pasangan Prabowo tetapi posisinya belum terbilang aman. Untuk calon petahana jika ingin menang, elektabilitasnya harus di atas 50 persen. “Kalau masih di bawah 50 persen, angkanya belum aman,” tegasnya.

Iapun mencontohkan beberapa kasus seperti di pilkada DKI Jakarta di 2012 dan 2017. Saat itu, 2012 posisi Fauzi Bowo berada di angka 50 persen. Hasilnya kalah. Lalu, pada saat Basuki Tjahaja Purnama alias juga di bawah 50 persen. Kalah juga. “Gejala yang sama,” jelas Eep.


Ketidakamanan posisi Jokowi, tambah Eef, melihat pemilih yang mantab mendukung Jokowi-Ma’ruf baru sebesar 31,5 persen. Artinya, masih ada 48 persen pemilih yang masih bisa diperebutkan.

Dengan realitas yang ada, masing-masing paslon masih memiliki potensi yang sama untuk menang di sisa waktu kampanye jelang pemungutan suara pada 17 April mendatang.

Seperti diketahui, survei dilakukan di 72 dapil dari 80 dapil. Satu dapil ada 440 responden. Khusus di dapil Jabar 3 responden berjumlah 880 orang.

Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error 4,8 persen untuk masing-masing dapil survei di 72 dapil. Khusus untuk dapil jabar 3, margin error adalah 3,4 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Lalu, setiap responden terpilih diwawancarai dengan metode tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih secara khusus. Sedangkan waktu wawancara responden dilakukan dalam empat tahap dalam rentang waktu Oktober 2018 hingga Februari 2019. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini