Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon/Net

telusur.co.id-Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menilai, kartu pra kerja yang merupakan salah satu kartu andalan Jokowi-Mar’uf Amin,jika terpilih menjadi Presiden RI kembali, sudah usang.

“Saya kira sudah usang itu ya, kadaluarsa,” ujar Fadli. Jumat (22/3/19).

Politikus Gerindra ini juga menyebut, kalau kartu yang nanti nya akan menjadi kartu sakti dibidang pembangunan SDM, merupakan retrorika yang pada akhirnya tidak dapat dipenuhi oleh Jokowi.

“Itu cuma retorika-retorika untuk janji-janji yang nantinya juga tidak bisa ditepati san tidak menyelesaikan masalah. Ini karena desperate saja. Mungkin elektabilitas sudah makrak, jadi harus ngeluarin kartu-kartu begini untuk dapat Suara dari pengangguran padahal nanti dibohongi juga,” ungkapnya kembali.

Oleh karena itu, menurutnya, apa yang disampaikan Sandi dalam debat Pilpres, mengenai e-KTP sebagai kartu identitas dan berintegrasi dengan kebutuhan apapun, sudah sangat tepat.

BACA JUGA :  Tarik 'Swing Voters' ke 01, RBPR Gelar Nobar Debat Kelima Pilpres

“Dengan yang disampaikan saudara Sandi tentang KTP-el, saya kira sudah selesai. jadi kita orang Indonesia cukup satu kartu saja untuk identitas kita tidak perlu banyak-banyak kartu. Karena itu akan mengambil biaya. kalau negara yang data dan informasinya terintegrasi cukup satu kartu seperti di Amerika social security number dengan satu kartu semua ada di situ, mau transaksi pajak mau apa data ini data ini semua ada di situ. Jadi nggak perlu Pakai kartu-kartu, cara kuno udah usang dan kadaluarsa,” ungkapnya kebali.

Sebelumnya, Calon Presiden Petahana Jokowi memamerkan kartu Pra Kerja dan KIP Kuliah kepada pendukungnya di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Jokowi mengatakan, adanya kartu-kartu itu nanti, sebagai perwujudan dari rencana program pembangunan sumber daya manusia (SDM).

BACA JUGA :  Indonesia - Pacific Parliamentary Partnership

Menurutnya, pembangunan SDM sangat mutlak dilakukan disamping infrakstruktur yang akan terus ia kerjakan. Sebab, ia tidak ingin Indonesia terjebak pada middle income trap.

Dia juga meluruskan beberapa kekeliruan masyarakat terkait janji Kartu Pra-Kerja.

“Kartu ini diberikan kepada lulusan SMA/SMK, akademi, lulusan universitas, yang ingin masuk ke dunia kerja. Yang akan kita training dan beri pelatihan sehingga siap masuk dunia industri. Karena beban biaya ada di perusahaan. Dan itu gratis, dibiayai negara, dan mendorong orang senang masuk. Kita berikan insentif honor dalam kartu, termasuk yang terkena PHK,” jelasnya.

“Ini juga pelatihannya tak hanya di dalam, namun juga di luar. Untuk keahlian tertentu, akan kita kirim besar-besaran ke luar negeri,” lanjutnya.[asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini