Angggota Fraksi Gerindra El Nino

telusur.co.id – Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Gerindra, Elnino Mohi mengutuk keras aksi teroris yang terjadi di masjid An-Noor di New Zealand. Menurut dia, tidak satu pun manusia waras di bumi ini yang mengijinkan pembunuhan terhadap manusia yang tidak bersalah karena motif beda agama.

“Kita semua, apa pun agama kita, mengutuk perbuatan keji yang dilakukan teroris anti-Islam di New Zealand,” ungkap Elnino melalui keterangan tertulisnya, Sabtu.

Yang membuat Elnino aneh adalah ada beberapa elite di luar negeri mengkambing-hitamkan kebijakan yang pro masuknya imigran muslim ke negara-negara mayoritas non-muslim seperti NZ.

Mereka mengatakan bahwa kebijakan itu menumbuhkan keresahan yang berlebihan sehingga muncullah aksi teror yang biadab itu. Bahkan sebagian percaya bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan kejahatan, bar-bar, dan memerangi non-muslim di sepanjang sejarah dunia di mana pun belahan bumi.

BACA JUGA :  Pandangan Fraksi Gerindra

Kepercayaan itu yang kemudian menjadikan sebagian di antara mereka menganggap aksi teror ini hanyalah pembalasan belaka yang merupakan akibat dari terintimidasinya secara psikologis sekelompok ekstrimis sehingga kelompok ekstrim itu melakukan pembantaian terhadap muslim dengan cara di luar nalar.

“Menurut saya, tidak satu pun agama di dunia ini mengajarkan kekerasan. Islam, sebagai agama yang saya pelajari dan anut, mengajarkan kasih dan sayang kepada seluruh makhluk Tuhan, apalagi sesama manusia. Di dalam seluruh surat di Al-Quran, selalu ada “Bismillaahi- rrahmaani- rrahiim” (dengan nama Tuhan yg maha pengasih dan maha penyayang). Kami diajari untuk selalu bersikap adil kepada siapa pun juga. Hak-hak asasi manusia diajarkan oleh para ulama kepada kami,” tuturnya.

BACA JUGA :  Pelaksanaan Pemilu Banyak Keanehan, DPR Desak Bentuk Pansus Pemilu

Jikapun ada ekstrimis yang mengatasnamakan Islam melakukan terror kepada orang-orang yang tidak bersalah, bagi kami itu adalah penyimpangan oleh mereka yang tidak memahami Islam dengan benar. Sejarah perang di masa lalu selalu ditulis dalam berbagai versi yang berbeda.

“Walaupun dalam sejarah yang kita pelajari masing-masing itu mungkin terdapat provokasi yang berlebihan, kita di jaman ini mestinya terus berusaha menciptakan sejarah yang lebih baik.”

“Lihatlah bagaimana imigran / pendatang di Indonesia hidup dengan damai-samai saja, bahkan sudah menjadi bagian dari bangsa Indonesia. Walaupun sebagian imigran itu berbeda agama dengan mayoritas penduduk Indonesia yang muslim. Itu adalah bukti bahwa Islam mengajarkan ummatnya untuk mampu menerima kehadiran orang yang berbeda selama tidak melakukan penjajahan,” tandasnya. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini