Bendera Hamas

telusur.co.id- Hamas menganggap resolusi PBB yang mengutuk pelanggaran HAM Israel di Jalur Gaza, merupakan sebuah langkah di jalan yang benar.

Dewan Hak Asasi Manusia PBB (UNHRC), beberapa hari lalu, mengeluarkan rancangan resolusi untuk memperkuat kehadiran PBB di wilayah Palestina yang diduduki Israel.

“Hamas menyambut baik resolusi Dewan HAM PBB yang mengutuk pendudukan Israel atas kejahatannya terhadap para demonstran yang damai di Great Return March di timur Gaza,” kata kelompok Hamas dalam sebuah pernyataan, dilansir dari Anadolu, Minggu (24/3/190.

Hamas menganggap, resolusi PBB ini sebagai langkah di jalur yang benar. “Mendukung hak-hak Palestina dan mengkriminalisasi pendudukan Israel di forum internasional.”

BACA JUGA :  Dilarang Singgung Politik, FPI Malah Minta 2019 Ganti Presiden

Hamas juga menyatakan bahwa langkah badan hak asasi manusia PBB, membutuhkan langkah-langkah efektif dan praktis di lapangan. Meminta pendudukan Israel bertanggung jawab atas kejahatan dan pelanggarannya dan untuk memobilisasi lebih banyak dukungan bagi rakyat Palestina dan tujuan mereka yang adil.

UNHRC mengutuk semua pelanggaran hak asasi manusia dan hukum humaniter internasional, serta menyatakan keprihatinan atas kerusakan yang meluas, kematian dan penderitaan manusia di Palestina, termasuk Yerusalem Timur.

Ia juga mengecam penggunaan kekuatan berlebihan oleh Israel terhadap warga sipil termasuk anak-anak, wartawan dan petugas kesehatan.

Dewan mencatat bahwa pihaknya “sangat prihatin” dengan temuan-temuan komisi penyelidikan internasional independen, yang memperingatkan kemungkinan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan oleh pasukan Israel selama protes damai Great March of Return yang damai.

BACA JUGA :  Cagub Sumsel, Ishak Mekki Siap Maju Setelah Didukung PBB dan Demokrat

Ini menekankan “urgensi untuk mencapai tanpa menunda mengakhiri pendudukan Israel yang dimulai pada 1967 dan menegaskan bahwa ini diperlukan untuk menegakkan hak asasi manusia dan hukum internasional.”

Sejak warga Palestina mulai mengadakan demonstrasi di sepanjang zona penyangga Gaza-Israel pada 30 Maret tahun lalu, lebih dari 250 demonstran telah terbunuh oleh tembakan tentara Israel.

Para demonstran menuntut hak para pengungsi Palestina untuk kembali ke rumah mereka di Palestina bersejarah yang menjadi tujuan mereka pada tahun 1948 untuk membuka jalan bagi negara baru Israel.[Tp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini