telusur.co.id- Kurang lebih satu bulan seleksi Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekkab) di Maluku Tengah (Malteng) hingga kini belum ada hasil yang jelas.

Tokoh Pemuda Maluku Tengah, Rafli Tehuayo mengaku, dari informasi yang diterima penundaan seleksi Sekkab bertajuk Pamahanu Nusa itu, karena ada kejanggalan dalam dukumen sebagai pemenuhan syarat mutlak ditetapkannya pendaftar sebagai peserta seleksi Calon Sekertaris Daerah.

“Jadi, proses seleksi Sekkab Malteng itu lambat, dikarenakan adanya masalah pemalsuan dokumen dari beberapa calon Sekkab tersebut,” Rafli Tehuayo dalam keterangan yang diterima Wartawan di Jakarta, Jumat, (15/3/19).

BACA JUGA :  Peristiwa Kelaparan Di Maluku Karena Lemahnya Koordinasi Pemerintah

Dari pemalsuan dokumen tersebut, kata dia, pihak Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) di Jakarta pun menunda untuk mengeluarkan hasil seleksi jabatan tinggi Pratama untuk menduduki jabatan Sekkab di kabupaten tertua di Maluku itu.

Sebelumnya, diketahui, Lembaga Swadaya Masyarakat, Pusat Kajian Strategis dan Pengembangan Sumber Daya Maluku (Pukat Seram) sudah melaporkan adanya dugaan praktik penyalahgunaan dokumen yang dilakukan empat dari lima orang, Rakib Sahubawa, Ahmad Namakule, Latif Ohorella, dan Rony Hetharia.

Hal itu, terkuak setelah pada Kamis 26 Februari 2019 lalu. pihaknya mengkonfirmasi langsung kepada mantan Plt Bupati Maluku Tengah, Moh Saleh Thio.

BACA JUGA :  Hindari Korupsi, DPR Minta Pemerintah Cari Jalan Keluar

Saleh pun membantahnya. Menurut dia, Dokumen Sasaran Kerja dari ke-empat nama calon Sekkab itu tidak pernah ditandatangani.

Moh Saleh Thio yang sekarang sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku hanya mengakui menandatangani salah satu calon Sekkab Aidjarang Wattiheluw.

Untuk itu, Tehuayo berharap pihak KASN segera menindaklanjuti kasus tersebut.”Saya berharap KASN pusat segera mengambil tindakan atas kasus ini,” tegas Tehuayo.[far]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini