Kuasa hukum Koalisi Masyarakat Anti Hoaks, Eggi Sudjana. Foto:telusur.co.id

telusur.co.id – Kuasa hukum Koalisi Masyarakat Anti Hoaks, Eggi Sudjana, mengancam akan menduduki Badan Pemgawas Pemilu (Bawaslu) RI, jika laporannya terkait kebohongan Calon Presiden Petahana, Joko Widodo (Jokowi), tidak ditindaklanjuti.

“Kita persoalkan Jokowi sebagai capres. Kalau capres hak hak hukumnya sama sebagai warga negara biasa. UU 1 tahun 1946 pasal 14 dan 15 ‘barang siapa melakukan kebohongan dipidana 10 tahun’,” kata Eggi di Seknas Prabowo-Sandi, Jl HIS Cokroaminoto, Jakarta Pusat, Selasa (5/3/19).

“Jika bawaslu simpulkan tidak ditemukan data-data, maka Jokowi tidak diapa-apakan, kita perlu kumaha?” tambahnya.

BACA JUGA :  Penghentian Kasus Slamet Ma'arif, Bawaslu: Kalau Sudah Tahu Lemah Jangan Lanjut

Eggi mengungkapkan, Koalisi Masyarakat Anti Hoaks telah melaporkan Jokowi pada tanggal 19 Februari 2019 lalu. Bawaslu memproses pelaporan tersebut selama 14 hari kerja.

Dia mengingatkan, jika Bawaslu ternyata tidak menindaklanjuti laporannya, maka pihaknya tidak akan tinggal diam. Dia mengaku akan menduduki Bawaslu karena lembaga pengawas pemilu tersebut tidak melakukan tugasnya.

Jika dihitung 14 hari kerja sejak pelaporannya, maka laporan Eggi akan diputuskan oleh Bawaslu pada tanggal 8 Maret 2019 mendatang.

“Jadi, kalau keputusan Bawaslu bilang gak temukan pelanggaran, kita harus gimana? Kita duduki Bawaslu,” tegas Eggi. [asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini