Dewan Pengarah BPN Prabowo-Sandi, Fadli Zon / telusur.co.id

telusur.co.id – Keinginan Jokowi yang akan mengeluarkan kartu pra kerja bagi pengangguran terus mendapatkan kritikan dan penolakan dari berbagai pihak.

Wakil Ketua DPR, Fadli Zon salah satu yang gencar menyuarakan sindiran dan penolakannya terhadap program tersebut. “Yang diperlukan Kartu Akal Sehat (KAS),” sindir Fadli Zon, Rabu.

Menurut Fadli, yang dibutuhkan para pengangguran di seluruh Indonesia adalah pekerjaan bukan kartu pra kerja.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini juga mengungkapkan bahwa masih banyak yang lebih layak untuk mendapatkan hak dari pemerintah. Misalnya, para honorer yang selama puluhan tahun sudah mengabdi untuk bangsa.

BACA JUGA :  Lagu Aku Mau Presiden Baru Kembali Menggema

“Pikirkanlah dulu para honorer yang jelas sudah mengabdi,” usulnya.

Kalaupun Jokowi ngotot, Fadli yakin tidak akan terealisasi. Banyak janji yang diucapkan dihadapan rakyat hingga kini belum ditunaikan. “Janji seribu janji, memang lidah tak bertulang,” sindir dia.

Wakil Presiden Jusuf Kalla ikut memprotes ide kartu pra kerja. Menurut JK untuk memberikan tunjangan kepada pengangguran memerlukan dana tidak sedikit, sehingga Pemerintah harus menghitung lagi anggaran yang dimiliki supaya tidak membebani APBN.

“Kalau negara seperti Indonesia, (dengan) anggaran tidak terlalu besar dan penduduk banyak, tentu harus dihitung. Itu butuh anggaran yang besar, dan kalau sudah ada anggarannya baru kita bisa bicara. Kalau belum ada anggarannya, tentu belum bisa dilaksanakan,” katanya.

BACA JUGA :  Gerindra Yakin Pertemuan Jokowi Dan PA 212 Tak Gerus Suara Partai

Untuk mendapatkan dukungan pengangguran Jokowi mengobral kartu pra kerja. Kartu Pra-Kerja ini dijanjikan berfungsi memfasilitasi pelatihan kerja bagi para pencari kerja. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini