telusur.co.id- Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian, I Ketut Diarmita menyampaikan, peternak harus optimis dalam mengembangkan usahanya.

“Buatlah kelompok peternak dan buat program untuk meningkatkan produksi ternak kambing dan domba, tanamkan untuk selalu kerja keras,” kata I Ketut saat menjadi narasumber acara Sarasehan Peringatan Hari Ulang Tahun Perserikatan Peternak Kambing Domba Yogyakarta (PPKDY) di UGM, Sabtu (2/3/19).

I Ketut menjelaskan, terkait orientasi ekspor harus disesuaikan dengan supply dan demand. “Tujuan kita satu, yaitu meningkatkan produksi baru setelah itu ekspor karena dengan ekspor, maka akan dapat meningkatkan dignity bangsa, sehingga negara kita menjadi lebih dihargai oleh negara lain, untuk itu ekspor harus berkelanjutan (sustainable),” ungkapnya.

BACA JUGA :  Rupiah Anjlok Rp14.630 Per Dollar, Pakar: Itu Tak Separah 1998

Ia  berharap peternak kambing dan domba, terus maju dan dapat meningkatkan produksinya. Ia tegaskan bahwa untuk meningkatkan produksi ternak, maka harus ditingkatkan grade ternak yang dipelihara, yaitu grade A. “Terkait upaya peningkatan mutu genetik, saya telah minta BBIB Singosari dan BPTUHPT Baturraden untuk dapat menghasilkan bibit-bibit grade A,” ucapnya.

“Target kita harus tinggi, sehingga kita harapkan produksi kita tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, namun juga harus kita genjot untuk ekspor,” tambahnya.

Pada 2018, kata dia, Indonesia telah melakukan ekspor ternak domba ke Malaysia dan baru-baru ini juga dilakukan ekspor domba Garut ke Uni Emirat Arab (UEA).

BACA JUGA :  Kementan Dorong Akselerasi Ekspor Pertanian ke Manca Negara Guna Raup Devisa

Menurutnya, domba hidup juga berpotensi untuk mengambil share market di Brunei Darussalam.

Untuk menggenjot ekspor, kata dia, haruslah ada jaminan ketersediaan ternak secara berkelanjutan. Untuk itu, Kementan mendorong dilakukannya kemitraan antara pelaku usaha (eksportir) dengan peternak domba/kambing yang melibatkan lembaga keuangan (perbankan maupun non perbankan) dalam penyediaan permodalan.

“Penyediaan permodalan bagi peternak dapat melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun dengan pemanfaatan Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL),” tandasnya.[Ham]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini