Ketua Umum PB HMI hasil mandataris kongres adalah Respiratori Saddam Al-Jihad. Foto:Net

telusur.co.id- Penyerangan dan penembakan secara brutal terhadap jama’ah di masjid Al Noor dan Masjid Linwood, Kota Christchurch, New Zealand, sejauh ini telah menewaskan sebanyak 49 orang. Sebanyak dua Warga Negara Indonesia (WNI), seorang bapak dan anak, menjadi korban luka tragedi ini dan tiga WNI lainnya masih dalam pencarian.

Aksi terorisme terhadap umat muslim yang sedang menunaikan ibadah di dua masjid tersebut mendapat reaksi dari sejumlah negara dan pihak khususnya dari Indonesia yang dikenal sebagai negara yang penduduknya mayoritas muslim di dunia. Satu diantaranya dari Ketua Umum PB Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Respiratori Saddam Al Jihad.

Menurutnya, tidak ada alasan membenarkan aksi apapun yang berujung pada penghilangan korban nyawa apalagi penyerangan tersebut dilakukan ditempat yang suci, rumah Ibadah umat Islam. Sebab itu, ia mengecam keras tindakan kejam yang terjadi di salah satu negara yang dinilai paling aman selama ini.

BACA JUGA :  Surat Terbuka Untuk Ketua Umum PB HMI Respiratori Saddam Al Jihad

“Mendengar aksi terorisme yang memakan nyawa dari New Zealand begitu memperihatinkan. Masjid yang seharusnya dijauhkan dari aksi brutal malah menyisahkan tragedi berdarah dan penghilangan nyawa di saat umat Muslim melaksanakan Sholat Jum’at. Tindakan ini harus dikecam dan pelaku harus ditahan untuk menjalani hukuman yang seberat-beratnya,” tegasnya, di Jakarta, Jum’at (15/03) malam.

Meski Saddam sapaan akrab dari Respiratori Saddam Al Jihad mengecam serangan terorisme terhadap umat muslim, ia pun mengingatkan agar rakyat Indonesia yang memiliki latar belakang agama yang berbeda-beda tidak terpancing atas kejadian tersebut dan tetap mempertahankan persatuan.

“Kita sebagai bangsa yang memiliki kemajemukan, terdiri dari berbagai macam latar belakang agama tetap berpikir jernih atas kejadian tersebut. Persatuan diantara kita sesema anak bangsa terus terjaga, itu yang terpenting. Kita berharap, korban nyawa tidak bertambah lagi dan WNI yang terluka bisa segera pulih,” tukasnya.

BACA JUGA :  Ketum PB HMI Tegaskan Independensi HMI Terhadap Perpolitikan Tahun 2019

Bagaimanapun, Saddam menegaskan kepada pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk New Zealand agar bertindak cepat untuk WNI yang menjadi korban juga karena di wilayah kejadian banyak umat WNI yang berada disana. Terdapat 331 WNI di Christchurch, termasuk 134 mahasiswa.

“KBRI yang ada di sana kita harapkan bisa bertindak cepat. Itu sangat diperlukan agar WNI yang belum ditemukan segera ada kejelasan, semoga mereka selamat. KBRI pun harus memperhatikan keselamatan WNI di kota tersebut. Jadi pemerintah Indonesia butuh ambil langkah preventif yang cepat,” pungkasnya.[asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini