Wakil Sekjen Partai Demokrat, Andi Arief ditangkap polisi kasus narkoba / Repro

telusur.co.id – Dalam perhelatan Pemilihan Presiden 2019, nama Wakil Sekjen Partai Demokrat, Andi Arief sempat ramai diperbincangkan.

Pertama, soal menyebut Prabowo Subianto yang kala itu masih berstatus sebagai bakal calon Prersiden dengan sebutan “Jenderal Kardus”.

AA, begitu ia biasa disapa, menuduh Prabowo menerima uang dari Sandiaga Uno agar mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini menjadi pendampingnya dalam pemilihan presiden.

Kemudian Andi Arief membuat heboh kembali, terkait kabar hoax tujuh kontainer surat sura yang sudah dicoblos.

Melalui akun Twitter miliknya, ia menulis mendapat kabar ada tujuh kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok.

Kemudian, Andi Arief Usul Ada Debat Antara Jokowi vs Rocky Gerung. Andi pun mengaku siap jadi moderator debat antara pengamat politik Rocky Gerung dan Presiden Joko Widodo. Hal itu ia sampaikan melalui akun Twitter @AndiArief_, Kamis (31/2/19). Andi Arief bahkan menanyakan siapa yang kira-kira akan terkapar dalam debat itu.

BACA JUGA :  Demokrat Benarkan Pertemuan SBY-Prabowo Bahas Koalisi Pilpres

Terbaru, Andi Arief dikabarkan ditangkap polisi. Dari pesan berantai yang beredar, Polisi menangkap AA di sebuah hotel, di kawasan Jakarta Barat, Minggu (3/3/19). Dari laporan itu, disebutkan AA diduga membuang bong atau alat penghisap sabu ke dalam kloset ketika polisi menggerebeknya.

Dari foto-foto yang beredar nampak sebuah kloset duduk di dalam kamar hotel yang dijebol. Dari laporan polisi itu disebutkan, polisi dan pihak hotel menjebol kloset untuk mengambil barang bukti.

Kabar penangkapan AA dibenarkan, Kepala Badan Reserse Kriminal Markas Besar Polri Komisaris Jenderal Idham Azis.

“Iya,” kata dia lewat pesan WhatsApp, Senin (4/3/19).

Informasi yang beredar, AA ditangkap bersama seorang wanita di kamar hotel. Keduanya ditangkap Tim Bareskrim Polri.

BACA JUGA :  Demokrat Sebut Putusan PN Jaksel Soal Century Cacat Hukum

Sampai saat ini, belum ada keterangan lebih lengkap dari kepolisian, termasuk penangkapan AA bersama seorang wanita saat menggunakan barang haram itu.

Andi Arief lahir di Bandar Lampung, 20 November 1970. Dia adalah seorang politikus dan mantan aktivis asal Indonesia. Andi menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat sejak tahun 2015.

Andi pernah menjabat sebagai Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana Alam dari tahun 2009 hingga 2014, pada masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Andi dikenal sebagai aktivis pro-demokrasi pada masa mudanya, ia aktif di Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID) yang berafiliasi dengan Partai Rakyat Demokratik (PRD) pada pertengahan dekade 1990-an.

Akibat kegiatan aktivis yang dianggap mengancam Orde Baru, ia menjadi salah satu korban penculikan aktivis pada tahun 1998. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini