telusur.co.id – Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin, merasa senang lantaran bisa bekerjasama dengan GM FKPPI (Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI/Polri) Kota Bontang untuk menggelar acara sosialisasi Empat Pilar.

“Ketika ada usulan kerjasama sosialisasi Empat Pilar MPR dengan FKPPI, langsung saya setujui,” ungkap Mahyudin. Dan, acara itu pun terselenggara di Ballroom Hotel Bintang Sintuk Kota Bontang, Provinai Kalimantan Timur, Selasa (5/3/19).

Menurut Mahyudin, kerjasama tersebut sangat penting. Sebab, orang tua mereka menjadi saksi sejarah bangsa Indonesia dalam merebut kembali indonesia dari para penjajah.

“Itu tidak mudah, banyak darah ditumpahkan, banyak air mata terkuras, dan banyak jiwa melayang untuk kita bisa seperti sekarang ini,” kata Mahyudin.

BACA JUGA :  Mengenal Sejarah, Wakil Ketua MPR RI Dukung Pemutaran Ulang Film G30S/PKI

Pengorbanan yang diberikan oleh para pejuang lanjut Mahyudin, satu bukti bahwa kemerdekaan tidak diperoleh secara gratis.

Oleh karena itu, MPR dan FKKPI memiliki satu misi, yaitu mempertahankan yang kita miliki bersama, yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia sampai kapan pun.

Disisi lain, politisi partai Golkar yang kini maju kembali sebagai calon anggota DPD RI juga menjelaskan, makna dari kemerdekaan.

“Ucapan Bung Karno yang menyatakan, kemerdekaan itu jembatan emas. Dulu, sebelum merdeka, rakyat kita bodoh, mudah diadu domba karena miskin. Contoh penindasan dilakukan oleh Belanda adalah ditemukan kopi luwak, kopi yang sekarang harganya sangat mahal. Padahal penemuan itu secara tidak disengaja,” tutur dia.

BACA JUGA :  Pendidikan Berbasis Integritas Kunci Lawan Korupsi

Oleh karena itu, tambah Mahyudin, masyarakat Indonesia pada akhirnya sepakat untuk merdeka. “Malah sekarang terlalu bebas, padahal kebebasan itu harus taat aturan,” jelas Mahyudin.

Diketahui, dalam acara sosialisasi empat pilar diikuti 400 peserta yang terdiri dari warga masyarakat dan para pelajar dari Kota Bontang. Bersama Mahyudin juga hadir sebagai narasumber dua anggota MPR dari Fraksi Golkar, yaitu Hetifah Sjaifudian dan Popong Otje Djundjunan. (far)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini