Rizal Ramli/telusur.co.id

telusur.co.id--Pernyataan capres inkumben, Joko Widodo, beberapa waktu lalu, yang mengungkapkan pengalamannya sampai delapan kali mengecek jalan Tol Trans Sumatera mendapat sindiran dari ekonom senior, Rizal Ramli.

Rizal mengakui, Jokowi memang menaruh perhatian penuh pada pembangunan infrastruktur. Namun, jika mengecek sampai berkali-kali, menurut Rizal, itu namanya mandor.
“Dia (Jokowi) betul-betul all out terhadap infrastruktur. Saking all out nya dia kunjungi proyek infrastruktur 8 kali, udah kayak mandor,” sindir Rizal di kawasan Tebet, Jakarta, Jumat (29/3/19).

Mantan menteri perekonomian era presiden  RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur ini mengaku salut terhadap kesungguhan Jokowi memprioritaskan  Infrastruktur. Tetapi, kata Rizal, pembangunan infrastruktur ini diduga masih banyak menyisakan persoalan.

BACA JUGA :  Menteri Perdagangan Doyan Impor, Rizal Ramli: Mas Jokowi Bertindak Dong!

“Saya salut dia komit di dalam infrastruktur, banyak yang sudah berhasil. Ternyata menyisakan masalah. Saya sebut masalahnya itu trauma tiga O,” imbuhnya.
Yang pertama, jelas Rizal, over suplay. Seperti halnya proyek listrik dirancang 35 ribu megawatt (MW). “Ini yang saya protes. Ternyata kan sampai hari ini 10 ribu aja belum tercapai,” imbuhnya. 

Alasannya, jika betul-betul terbangun 35 ribu MW, maka PLN akan merugi. Sebab, listrik yang dihasilkan tetap harus dibeli seharga 72 persen dari kapasitas swasta membangun. “Jadi, PLN harus subsidi generator swasta 10,5 miliar dolar tiap tahun . Itu yang saya tentang,” tegasnya.
Yang kedua, tutur Rizal, ialah over price. Dimana, bangunan infrastuktur  dikerjaan BUMN. BUMN ini, menurut Rizal, biasa melakukan mark up per kilo meter nya, lebih mahal daripada seharusnya. “Kita per kilo meter nya bisa dapat 1,5 persn. BUMN masih doyan mark up,” tudingnya.

BACA JUGA :  Indonesia-Namibia Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Infrastruktur dan Kemaritiman

Sedangkan yang ketiga, ialah  over borrowing. Menurut Rizal,  hal itu lantara BUMN tidak  punya cukup uang. Akibatnya, harus berutang. “Kemudian, revenue nya kecil sekali. Sehingga, written on asset-nya rendah. Jadi, sekali lagi saya hormati, salut dengan all out-nya Pak Jokowi. Banyak yang berhasil, tapi menghasilkan trauma tiga O tadi,” tandasnya.[Gus/telusur].

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini