telusur.co.id- Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan, mendukung peningkatan kegiatan docking/perawatan kapal di Sulawesi Selatan. Diharapkan, peningkatan kegiatan itu bisa mempercepat atau mengakselerasi pembangunan industri perkapalan di Sulsel.

“Ini sesuai dengan tujuan pemerintah menghubungkan wilayah barat Indonesia hingga wilayah Timur Indonesia melalui penyelenggaraan angkutan laut,” kata Kasubdit Angkutan Laut Dalam Negeri Kemenhub, Capt. Budi Mantoro, dalam FGD Akselerasi Pembangunan Industri Kapal di Sulsel, yang digelar di Graha BKI Jakarta, Rabu (6/3/19).

Menurut Budi, dalam mewujudkan gagasan itu, kontribusi swasta dan Pemda setempat sangat berperan mewujudkan adanya industri galangan kapal yang selama ini hanya ada satu perusahaan saja. Dengan kontribusi swasta dan Pemda, Budi yakin bisa disinergikan dengan tugas pemerintah dalam menyelenggarakan konektivitas laut.

BACA JUGA :  Kemenhub Kembali Gelar Mudik Gratis Sepeda Motor Dengan Kapal Laut Tahun 2019

“Di wilayah timur ini konektivitas antar wilayah leih efektif dilakukan melalui udara dan laut, dan yang paling memungkinkan adalah melalaui laut,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Repair Kapal DPP Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) Romeo Hasan Bisri menjelaskan, belajar dari sejarah, Sulsel terkenal dengan maritimnya. Seperti perniagaan maritim, bagian sentra pelabuhan di nusantara, perkembangan galangan kapal Phinisi.

“Jadi potensinya sangat besar, tapi kenapa kok industri perkapalan di Sulses malah tertinggal dengan sektor lain, ataupun kalau berkembang namun perkembangannya berjalan perlahan,” katanya.

Dijelaskannya, kondisi industri maritim di Indonesia menunjukkan hanya 12 persen kapal yang beroperasi di Indonesia Timur, selebihnya atau sebagian besar yaitu 88 persen beroperasi di Indonesia Barat.

BACA JUGA :  Jelang Mudik Lebaran, Kemenhub-Polri Diminta Perhatikan Jalur Tol Fungsional

“Banyak penyebabnya, salah satunya karena di Sulsel biaya pengangkutan kapal laut maupun dok relatif mahal dibandingkan di Jawa misalkan di Cirebon maupun Surabaya,” paparnya.

Karena itu, kata dia, dibutuhkan dukungan pemerintah dalam mewujudkan Sulsel sebagai industri perkapalan khususnya di bagian Timur. Dukungan itu antara lain kebijakan insentif fiskal, pelaksanaan TKDN Inpres 2/2009, jaminan ketersediaan material untuk mendukung industri perkapalan dengan harga yang kompetitif,pengembangan industri penunjang perkapalan agar kandungan lokal bisa tinggi, memperkuat SDM. Selain itu, dibutuhkan juga kawasan khusus industri perkapalan

“Jika semua itu bisa dilaksanakan saya optimis Sulses akan menjadi leading industri perkapalan nasional,” tandasnya.[far]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini