Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM Bidang Hubungan Antar Lembaga, Luhur Pradjarto. Foto: Istimewa

telusur.co.id- Sangat penting bagi setiap produk koperasi dan UMKM mendapat sertifikasi dan standarisasi produk, merk, Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dan halal. Karena, dengan adanya standarisasi dan sertifikat, diyakini akan memudahkan bagi pembeli online, untuk memilih produk.

Demikian disampaikan oleh Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM Bidang Hubungan Antar Lembaga, Luhur Pradjarto dalam keterangannya, Minggu (10/3/19).

Luhur menjelaskan, dengan era revolusi industri 4.0, UMKM bisa lebih mudah memasarkan produknya secara online (e-commerce). Agar, produk UMKM dan koperasi diminati oleh konsumen, maka perlu melakukan sertifikasi dan standarisasi produk.

“Sebagai wirausahawan pelaku UMKM, untuk mengantisipasi tantangan, harus melakukan inovasi dan berkreasi sehingga produk yang dihasilkan masih diminati dan laku,” ujarnya.

BACA JUGA :  Pemerintah Terus Dorong E-Commerce Ekspor Produk Lokal

Di era revolusi industri 4.0, lanjut Luhur, ada 3 hal pokok yang perlu dipahami, yaitu teknologi,  otomatisasi dan disrupsi (disruption). Hanya saja, ia meminta supaya koperasi dan UMKM tidak perlu khawatir untuk menghadapi tantangan tersebut. “Tetapi justru dengan adanya tantangan itulah akan ada peluang,” paparnya.

Yang tidak kalah pentingnya, menurut Luhur, pelaku KUMKM juga perlu membangun dan memperkuat jaringan usaha. Karena, dengan adanya jaringan usaha, akan memperkuat usahanya dan saling mendukung.

“Misalnya apabila pelaku usaha mikro atau kecil mendapatkan borongan atau pesanan dengan jumlah besar, karena kekurangan produksi maka untuk dapat memenuhi pesanan dapat bekerjasama dengan anggota jaringan lainnya, dan tentunya dengan standar dan spesifikasi yang sama,” kata Luhur.

BACA JUGA :  Pemerintah Diminta Kaji Ulang Penerapan Pajak E-Commerce

Dalam meningkatkan dan mengembangkan koperasi dan UMKM, ada 5 unsur yang saling terkait, yaitu pertama Akademisi, yang akan melakukan penelitian dan pengakajian dan mensosialisasikan serta mengedukasi UMKM. Kedua, Businessman (pelaku usaha), bagaimana mereka bisa saling berinteraksi sesuai dengan norma bisnis yang digeluti tanpa harus mematikan yang kecil.

Ketiga, Komunitas, para UMKM dengan komunitasnya saling tukar informasi, memperkuat jaringan dan saling menghidupi. Keempat, Pemerintah, baik pusat maupun daerah memgeluarkan kebijakan yang menciptakan iklim usaha yang kondusif, misalnya memberikan kemudahan dalam perijinan, menyediakan tempat yang layak dan aman baik bagi produsen maupun konsumen.

Kelima adalah media. Peran media sangat penting untuk mempublikasikan produk-produk koperasi dan UMKM termasuk hasil penelitian maupun kebijakan dan aturan. “Apabila kelimanya disinergikan, kemungkinan besar dapat meningkatkan koperasi dan UMKM sehingga naik kelas,” tandasnya.[Ham]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini