Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono. (Foto: telusur.co.id/Fahri)

telusur.co.id – Calon presiden petahana Joko Widodo ditantang mendepak Romahurmuziy atau Romi, dari jabatan Dewan Penasihat Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf.

Adalah Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono yang menantang Capres incumbent, agar memecat Romi dari TKN.

Menurut Arief hal itu harus dilakukan kalau, Jokowi serius dan memang komit untuk menciptakam pemerintahan yang bersih dari segala transaksi jual beli jabatan, bersih dari pejabat yang korup, serta sistem yang korup.

Kok kang mas Joko Widodo nggak berani ya mengeluarkan Romahurmuziy dari TKN,” kata Arief kepada telusur.co.id, Sabtu (16/3/19).

“Nah sekarang saya tantang nih, berani nggak TKN atau Joko Widodo mengeluarkan Romahurmuziy dari Tim Kampanye-nya.”

Koordinator Partai Gerindra Kalimantan Barat itu mengatakan, setelah terciduknya Romi dalam OTT yang dilakukan Tim KPK, masyarakat sudah mengetahui kalau Pemerintahan Joko Widodo gagal dalam menciptakan pemerintahan yang bersih, dan penempatan para pejabat negara yang kredibel juga berkualitas, sebab pejabat negara yang dapat posisi karena hasil jual beli jabatan.

BACA JUGA :  Mirwan Tidak Mungkin Berdusta, KPK Harus Periksa "Penguasa" Cikeas

“Bisa jadi hampir disemua departemen selama era Joko Widodo, pejabat-pejabat yang punya posisi tinggi bukan dari fit n proper,” katanya.

Jual beli jabatan di Pemerintahan Joko Widodo, lanjutnya, merupakan sumber awal dari sebuah permulaan korupsi, karena untuk mengembalikan uang untuk beli jabatan maka pejabat itu pasti melakukan Korupsi APBN.

Beda dengan pejabat negara yang mendapatkan posisi jabatan dari hasil kemampuan kerja dan prestasi. Itu, kata dia, pasti akan lebih bersih dari Korupsi dan punya integritas.

“Nah ancaman dan pratek jual beli jabatan disemua institusi negara yang sudah menjadi penyebab utama korupsi akan jadi perhatian utama pemerintahan Prabowo-Sandi,” kata dia.

BACA JUGA :  Bailout Bank Century, KPK Korek Keterangan Dubes RI Untuk Swiss

Dirinya memberi garansi, jika Prabowo-Sandi terpilih pada Pilpres 2019, pratek jual beli jabatan disemua institusi negara akan dihabisi sampai ke akar-akarnya.

Hal itu bakal dilakukan dengan menciptakan sistem upgrading pejabat atau ASN yang didasarkan pada kapabilitas, kredibilitas, uji publik, dan transparan saat proses fit n proper test.

Sehingga, Sumber Daya Manusia di pemerintahan yang punya prestasi, kemampuan tidak disia-siakan akibat jual beli jabatan yang selama ini terjadi di era Joko Widodo.

“Nah coba ayo kang mas Joko Widodo berani nggak keluarin Romi dari TKN. He…he…he…,” kata Arief.

“Yang pasti, ditangkapnya Romi sudah sebuah tanda-tanda kalau kang mas Joko Widodo itu akan lengser di Pilpres 2019.” [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini