Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan Operasi Tangkap Tanggan (OTT) terhadap Romahurmuziy atau Rommy./Net

telusur.co.id – Wakil Ketua Rumah Pejuang Indonesia (RPI), Deani Sudjana mengatakan, tertangkapnya Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy tentunya merupakan hal yang menyakitkan bagi kubu pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019.

Bagaimana tidak, Rommy yang merupakan pimpinan salah satu parpol pengusung Jokowi-Ma’ruf harus merasakan pesakitan di lembaga anti rasuah tersebut.

“Kejadian ini sungguh mengejutkan dan menyakitkan bagi kubu petahana. Sehingga kapal Jokowi-Maruf Amin menjadi oleng ditinggal oleh Mualim kapalnya,” kata Deani kepada wartawan di Jakarta, Rabu (20/3).

Deani pun mengapresiasi langkah KPK dalam melakukan OTT tersebut. Deani mengatakan bahwa kasus jual beli jabatan sudah sejak lama dilakukan dan ada dugaan Menteri Agama Lukman Hakim ada di dalamnya. “Tidak akan lama, KPK pasti akan turut memeriksa Menag Lukman,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Tamam Achda Sarankan Ketum PPP Yang Baru Harus Antitesa Dari Rommy

Dia menjelaskan, setelah Rommy dan yang lainnya diperiksa di Polda Jatim, selanjutnya mereka diterbangkan ke Jakarta langsung menuju KPK.

“Sudah dapat dipastikan KPK dapat mengungkap sejumlah oknum di Kementerian Agama yang terjerat kasus jual beli jabatan dan tinggal menunggu tanggal mainnya,” ujar pria yang juga berprofesi sebagai advokat itu.

Lebih jauh, Deani mengatakan, bahwa parasit korupsi memang sulit diberantas kecuali diterapkan hukuman mati bagi koruptor, serta penerapan penegakan hukum tanpa tebang pilih.

“Siapapun termasuk Presiden kalau terbukti bersalah tangkap dan periksa. Jadikan hukum sebagai panglima, bukan hukum sebagai alat penguasa,” tandasnya.

BACA JUGA :  Pemanggilan Romi Sebagai Saksi di KPK, PPP Khittah: Ini Makin 'Menenggelamkan' PPP

Seperti diketahui, Mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Tomy terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur. Romy diduga terlibat kasus suap pengisian jabatan di lingkungan Kemenag.

“Diduga terkait dengan pengisian jabatan di Kementerian Agama, baik di pusat ataupun di daerah,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Jumat (15/3/19). (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini