Kegiatan Apel kebangsaan di selenggarakan dalam kondisi ekonomi negara sedang terpuruk. Foto:istimewa

telusur.co.id- Kegiatan Apel Kebangsaan yg akan di laksanakan besok tanggal 17 Maret 2018 oleh Gubernur Jawa Tengah dianggap tidak tepat dan terkesan menghamburkan anggaran. Karena, menelan biaya sangat besar sekitar Rp 18 miliar.

“Kegiatan Apel kebangsaan di selenggarakan dalam kondisi ekonomi negara sedang terpuruk , seharus nya cukup 1,8 M tapi sampai 18 M lebih,” kata Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah, Abdul Wachid, dalam keterangannya, Jumat (15/3/19).

Wachid mengaku mendapatkan informasi dari sahabatnya di DPRD Jateng, saat pembahasan Anggaran 2019, DPRD tidak pernah di ajak oleh eksekutif membahas anggaran untuk Apel Kebangsaan tersebut.

BACA JUGA :  Serius Maju Di Pilgub Jateng, Ganjar Ambil Formulir Abis Jumatan

“Di dalam pelaksaan lelang nya terkesan tergesa gesa diprediksi penuh dengan nuansa korupsi,” imbuhnya.

Kemudian, Wachid menilai, pelaksanaan Apel Kebangsaan ini juga tepat. Sebab, bertepatan dengan acara debat ketiga yang mempertemukan antar cawapres yakni 17 April 2019.

“Jadi bisa menggangu konsentrasi masyarakat yang ingin melihat kwalitas Cawapres dalam debat,” ujarnya. “Terkesan juga, Apel Kebangsaan ini di selenggarakan seakan-akan negara sudah dalam keadaan genting,sehingga sangat diperlukan Apel Kebangsaan. ini sangat keliru,” tandasnya.[asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini