Foto: net

telusur.co.id – Penugasan impor bawang putih sebanyak 100 ribu ton kepada Bulog mendapat kritikan keras karena menimbulkan perlakuan yang tidak adil bagi importir dan para petani. Penunjukkan Bulog yang bisa mengimpor bawang putih tersebut tanpa perlu melakukan kewajiban tanam sebanyak 5% dari volume rencana impor sangat merugikan petani.

Kritikan itu diungkapkan oleh Anggota Komisi IV Darori Wonodipuro dan Angggota Komisi IV Andi Akmal Pasludin ketika dihubungi wartawan, Kamis. Darori Wonodipuro mendesak penugasan Bulog untuk melakukan impor 100.000 ton bawang putih dievaluasi. Alasannya, kebijakan itu berpeluang membuat Bulog melakukan monopoli.

Dia berpandangan, Bulog tak dapat melakukan impor bawang putih sendiri apabila hendak melakukan impor. Pemerintah harus memberikan kuota kepada perusahaan swasta agar terhindar dari monopoli. “Kalau begini dapat menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat,” kata Darori, di Jakarta, Kamis (21/3).

BACA JUGA :  Kebijakan Impor 100 Ribu Ton Bawang Putih Bisa Gerus Elektabilitas Jokowi

Selain itu, Darori melanjutkan, DPR akan mempertanyakan kepada Menteri Pertanian terkait jadwal panen raya bawang putih. Khawatirnya, penunjukan Bulog untuk melakukan impor komoditas bawang putih malah merugikan petani lokal.

“Nanti saya akan tanyakan semua ini ke Menteri Pertanian. Kapan sih peta panen raya bawang putih. Kapan diperlukan tambahan. Jangan kejadian kita panen raya kita impor,” lanjutnya.

Anggota Komisi IV, Andi Akmal Pasludin lebih tegas mengatakan bahwa penunjukan impor bawang tanpa kewajiban tanam merupakan pelanggaran Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) nomor 38 tahun 2017 juncto 24 tahun 2018, terdapat kewajiban bagi importir bawang putih untuk menanam lima persen dari volume yang didapat dari rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH). “Melanggar dong. Ngapain dibuat peraturan kalau itu dilanggar. Berarti kita tidak konsisten terhadap aturan yang ada,” tegas dia menolak.

BACA JUGA :  Kebijakan Impor 100 Ribu Ton Bawang Putih Bisa Gerus Elektabilitas Jokowi

Ia mengatakan tujuan diterbitkannya Pementan No 38 itu bagus dan baik untuk para petani. Setidaknya, dengan adanya kebijakan itu para petani terakomodir. Tidak merasa dianaktirikan oleh pemerintah. “Jangan sampai yang impor ini merugikan petani,” ujar dia. 

Lanjut, Andi juga mengatakan kebijakan ini juga tidak pro terhadap kebijakan pemerintah yang ingin swasembada pangan karena impor akan memukul harga bawang putih petani yang ada di lapangan. “Kapan swasembadanya kalau kita tidak konsisten menjalankan aturan yang ada.”

Karena kebijakan ini membuat petani sengsara, ia mendesak agar Menteri Perdagangan tidak memberikan izin atas impor bawang putih ini. “Kita minta Menteri Perdagangan dan Bulog jangan menyetujui izin impor kalau tidak ada bukti penanaman. Itu saja kuncinya,” tandansya. (ham)

Like :

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini