PP GMKI dan Wapres Jusuf Kalla. Foto: Dok GMKI

telusur.co.id – Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) beraudiensi dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, dalam rangka menyampaikan komitmennya untuk memerangi praktek-praktek intoleransi yang terjadi di berbagai daerah.

“Kasus intoleransi, penutupan rumah ibadah dan pelarangan ibadah semakin marak terjadi. Kami ingin sampaikan, bahwa GMKI berdiri bersama-sama pemerintah untuk memeranginya,” kata Ketua Umum PP GMKI, Korneles Galanjinjinay dalam keterangannya kepada telusur.co.id, Jumat (8/3/19).

Menurutnya, fenomena kasus intoleransi semakin marak terjadi. Sebagai contoh, kasus penutupan dan penyegelan rumah ibadah di Jambi, Bekasi dan Bogor, pembubaran ibadah di Medan. Kasus terakhir, ialah aksi teror oleh kelompok Jafar umar Thalib di Papua

BACA JUGA :  KAHMI Bangga, Wapres JK Raih Gelar Doktor dari Universitas Hiroshima Jepang

Korneles menilai, atas peristiwa tersebut, pemerintah terkesan tidak serius memerangi kelompok-kelompok yang melakukan aksi teror atas nama agama.

“GMKI meminta pemerintah serius dan cepat menangani aksi teror dan pembantaian atas nama agama,” tegasnya.

GMKI menganggap, fenomone ini didasari atas kemerosotan pemahaman nilai-nilai Pancasila. Karena itu, GMKI mengambil bagian untuk membumikan kembali nilai-nilai Pancasila di kalangan kaum milenial melalui program “Rumah Pancasila” yang telah sukses terlaksana di puluhan kota.

Persoalan lain yang mendapat sorotan GMKI, lanjut Korneles, ialah persoalan kemiskinan, penbegakan hukum, pendidikan dan kasus agraria. Keempat kasus ini sangat penting ditangani, karena sangat berdampak pada kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah bisa menanganinya dengan cepat dan dengan cara yang tepat. [asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini