Net

telusur.co.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta akan memanggil Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta untuk mengklarifikasi dugaan pelanggaran pemilu pada kegiatan Malam Munajat 212.

Informasi adanya panggilan itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi (Kabid Infokom) MUI DKI Jakarta, Faiz Rafdi Chusnan, seperti dilansir antara, Sabtu.

Faiz Rafdi mengatakan sebagai warga negara yang baik, pihaknya akan memenuhi panggilan tersebut. “Sejak awal kami siap dipanggil kapanpun terkait acara tersebut,” tegasnya.

Saat ini, Faiz menjelaskan, telah mempersiapkan berbagai data terkait pelaksaan kegiatan malam Munajat 212. Namun, yang datang untuk memenuhi panggilan Bawaslu bukan Ketua MUI DKI Jakarta.

BACA JUGA :  Komisi II DPR RDP Dengan KPU Dan Bawaslu
“Keputusan rapat yang akan hadir saya selaku kabid infokom dan Pak Arif dari bidang hukum dan perundang-undangan. Kami juga sudah koordinasi dengan Bawaslu dan tidak masalah mengirimkan perwakilan,” kata Faiz.

Faiz juga enggan memberi komentar terkait dugaan kampanye terselubung dalam kegiatan Malam Munajat 212 yang digelar di Lapangan Monas pada 2 Februari 2019.

Komisioner Divisi Penindakan Bawaslu DKI Jakarta, Puadi, menjelaskan ada empat pihak yang diundang untuk memberikan klarifikasi, yakni Zulkifli Hasan, Fadli Zon, Neno Warisman, dan Ketua MUI DKI, KH Munahar Muchtar. (ham)
BACA JUGA :  PSI Lapor Bawaslu Terkait Spanduk "Hargai Hak-Hak LGBT"

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini