Rizal Ramli dalam jumpa pers / telusur.co.id

telusur.co.id- Mantan menteri perekonomian era presiden Gus Dur, Rizal Ramli menilai, strategi pengelolaan yang diterapkan BPJS Kesehatan di era pemerintahan Jokowi kurang profesional. Akibatnya, terus mengalami defisit keuangan.

Menurut dia, solusi yang digunakan pemerintah saat ini melalui pemberian dana talangan (bailout) sebesar Rp 4,999 triliun untuk Badan BPJS Kesehatan, merupakan solusi sementara. Diperlukan strategi baru untuk memperbaiki masalah defisit BPJS Kesehatan tersebut. 

“Hari ini BPJS mengalami kesulitan keuangan. Dokter dan tenaga medis telat digaji. Tagihan apotik dan rumah sakit kelas menengah, belum dibayar. Solusi pemerintahan Pak Widodo parsial, bagaikan tensoplast,” kata Rizal dalam sebuah acara di sebuah stasiun TV swasta, Rabu (20/3/19).

BACA JUGA :  RR Terharu Ribuan Advokat Dukung Prabowo-Sandi

“Pemerintah yang baru akan menyelesaikan masalah BPJS kurang dari 200 hari,” lanjutnya. 

Ia menjelaskan, ide memperjuangkan ide undang-undang BPJS Kesehatan ini sangat bagus. Dimana, waktu itu, dirinya salah satu tokoh yang ikut tergabung dengan para buruh, berdemo memperjuangkan UU ini

Namun, sesal Rizal, karena salah kelola dan pemerintah setengah hati mendukung BPJS, akhirnya menjadi amburadul.

Menurut dia, iuran BPJS Kesehatan saat ini masih sangat kecil termasuk dari swasta yang hanya dua kali lipat dibandingkan iuran buruhnya.

Padahal, di negara seperti Singapura, perusahaan sudah melakukan iuran untuk jaminan sosial tujuh kali lipat dibandingkan dengan pekerjanya.[Ham]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini