Iman dalam diskusi bertajuk 'Siapa Dongkrak Calon Presiden' di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (21/3/19). Foto:telusur.co.id


telusur.co.id – Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Ahmad Iman mengaku kurang setuju dengan usulan calon wakil preaiden nomor urut 02 Sandiaga Uno yang akan meliburkan sekolah selama sebulan penuh saat Ramadhan.

“Karena memang kesannya nanti kalau Ramadhan diliburkan, ada dominasi satu kelompok, padahal substansi yang kita mau bangun adalah toleransi,” kata Iman dalam diskusi bertajuk ‘Siapa Dongkrak Calon Presiden’ di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (21/3/19).

Dia mencontohkan, dulu dia bersekolah di Bali. Biasanya di sekolah, kalau pagi hari ada doa bersama. Di sekolah tersebut , hanya 5 orang yang beragama Islam, sisanya beragama Hindu. Namun, disediakan tempat untuk siswa yang beragama Islam untuk berdoa. 

BACA JUGA :  Membangunkan Sahur Keluarga atau Teman #30KebaikanRamadhan

“Jadi toleransi itu bukan hanya soal aturan, tapi soal bagaimana tentang everyday life behaviour (kehidupan sehari-hari) baik itu di rumah, di sekolah dan seterusnya,” ujar Caleg PKB Dapil Jakarta II itu.

“Jadi perlu dipikirkan. Tapi soal bahwa kita ingin membangun kebudayaan baru, itu mungkin bisa dipertimbangkan tentu dengan cara yang berbeda,” terangnya.

Diketahui, Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahudin Uno, saat debat ketiga berjanji jika dirinya dan Prabowo menang dalam pilpres mendatang akan meliburkan sekolah selama satu bulan penuh selama bulan Ramadan.

BACA JUGA :  Berbuka Bersama Keluarga #30KebaikanRamadhan

Sandi menegaskan libur sekolah selama bulan Ramadhan bukan hal yang baru, karena pada masa pemerintahan Presiden Gus Dur, hal tersebut sudah pernah dilakukan.[asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini