Ketua umum PPP Khittah, Tamam Achda.Foto:Istimewa

telusur.co.id – Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Tamam Achda mengakui selama kepemimpinan Romahurmuziy (Rommy) internal PPP kurang maksimal dalam merawat kader dan fungsionaris partai.

Akibatnya, suara PPP terus mengalami penurunan yang sangat drastis. Untuk bangkit dari keterpurukan, maka harus dipilih sosok ketua umum yang merupakan antitesa dari Rommy.

“Tertangkapnya Rommy harus menjadi momentum merapatkan barisan dan bangkit. Kalau menurut saya harus terjadi perubahan orientasi. Dipilih figur antitesa dari Rommy. Jadi mesti dipilih orang yang mendukung Prabowo,” usul Tamam Achda kepada telusur.co.id, Rabu.

BACA JUGA :  Gara-gara Dugaan Rommy di OTT, Sekjen PPP Mendadak Balik Jakarta

Kenapa musti memilih ketum yang mendukung Prabowo? “Sekarang kita sudah melihat semua hasilnya. Di bawah kepemimpinan Rommy yang mendukung pemerintah, PPP mengkhawatirkan.”

Kader di bawah terpecah berantakan. Suara PPP anjlok tidak karuan, bahkan, diprediksi tidak lolos parliamentary treshold 4 persen. Lalu, citra PPP sebagai partai islam justru dituding sebagai partai anti islam dan partai penista agama.

Belum lagi, mayoritas kader dan pengurus PPP di bawah sangat mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno ketimbang Jokowi Ma’ruf Amin.

“Kalau saya mendukung Prabowo, sebaiknya begitu. Saya yakin kalau PPP mendukung Pak Prabowo akan besar. Minimal bisa mengamankan suara di parlemen,” katanya

BACA JUGA :  Arsul Sani Minta KPK Tidak Lebay

Selain itu, sosok ketum yang baru juga harus aspiratif dan mau menampung berbagai masukan serta usulan dari kiai, umat dan pendukung PPP. “Jadi ini antitesa dari Rommy. Jangan cari sama (pendukung Jokowi) wong gagal mau dicoba lagi,” tandasnya. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini