Anggota BPN Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean. (Foto: telusur.co.id/Fahri)

telusur.co.id – Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN), Prabowo-Sandia, Ferdinand Hutahean menganggap, hasil survei Litbang Kompas yang menyatakan eleketabilitas Jokowi-Ma’ruf 49,2 persen dan Prabowo-Sandi 37,4 persen sebagai tanda kekalahan petahana.

Menurut Ferdinand, elektabilitas Jokowi yang di bawah 50 persen, menandakan masyarakat ingin ada pergantian pemimpin.

“Jokowi kehilangan kepercayaan bahkan lebih dari setengah penduduk Indonesia tidak lagi menginginkan  Jokowi artinya setengah lebih menginginkan kepemimpinan baru,” ujar Ferdinand kepada telusur.co.id, Rabu (20/3/19).

Tak hanya itu, politikus Partai Demokrat ini beranggapan, dengan konsistensi eleketabilitas Jokowi yang terus turun ini, maka bisa di tebak siapa yang akan menang pada hari pencoblosan 17 April 2019 mendatang.

BACA JUGA :  Ferdinand: Didebat Capres Pertama Jokowi Hanya Beretorika

Terlebih, Undecided Voters (yang belum menentukan pilihan) Survei Litbang Kompas ini 13,4 persen. “Dapat disimpulkan pada hari H nanti dengan Undecided Voters masih tinggi seperti ini maka ini adalah sinyal kekalahan bagi Jokowi,” klaimnya.

“Dan ini adalah sinyal gawat darurat bagi Jokowi dan sekaligus ini menyatakan bahwa 17 Arpil 2019 nanti Indonesia akan punya pemimpin baru presiden baru pemenang pilpres yaitu Prabowo Subianto,” tandasnya. (ham)

Like :

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini