Karyono dalam diskusi di kantor Formappi, Matraman, Jakarta Timur, Selasa (19/3/19). Foto:telusur.co.id

telusur.co.id – Analis Politik, Karyono Wibowo mengaku surprise atau terkejut menyaksikan debat ketiga pilpres antar cawapres, Minggu (17/3/19) lalu. Terutama melihat penampilan Cawapres nomor urut 02, KH Ma’ruf Amin

“Surprisenya dimana? Karena banyak orang yang memandang rendah pak Kyai Ma’ruf Amin sebelumnya. Tetapi dalam debat cawapres kemarin itu beliau memang tampil memukau, mematahkan anggapan orang selama ini,” kata Karyono dalam diskusi di kantor Formappi, Matraman, Jakarta Timur, Selasa (19/3/19).

Selain itu, Karyono mengaku awalnya dia mengira Ma’ruf Amin akan menggunakan pakaian yang berbeda untuk meyakinkan kaum milenial dan bahwa dia sehat. Namun, Ma’ruf Amin tetap dengan pakaian seperti biasanya mengenakan sarung dan baju koko serta kopyahnya.

BACA JUGA :  Jelang Debat Ketiga, KPU Gelar Rakor dengan Dua Kubu Paslon dan Pihak Keamanan

“Beliau punya prinsip yang kuat tetap mengangkat identitasnya sebagai seorang kyai,” ungkap Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute itu.

Hal lain yang menurutnya juga menarik adalah, meskipun performance atau tampilan Ma’ruf Amin tidak lagi masuk ke generasi milenial, tetapi diksi yang digunakan itu nampak sekali membidik kaum milenial,.

“Misalnya kata dudi (dunia usaha, dunia industri), kemudian infrastruktur langit. Itu memang mengejutkan dan sungguh menarik, menggelitik memang,” ujarnya.

“Saya kira ini pilihan diksi yang menurut saya bagian dari strategi juga, selain untuk mencairkan suasana kebekuan dalam debat. Beliau sengaja menggunakan kalimat-kalimat yang unik, menarik,” tambahnya.

BACA JUGA :  Jelang Debat Ketiga, KPU Gelar Rakor dengan Dua Kubu Paslon dan Pihak Keamanan

Infrastruuktur langit misalnya, lanjut dia, itu menjadi viral. Ditanggapi dan direspon di media sosial.

Namun celakanya, kata dia, hal itu ditanggapi oleh politikus Demokrat Ferdinan Hutahaean dengan cara yang menurutnya tidak cerdas.

“Seolah dia (Ferdinand) menunjukkan kapasitas dia sebagai pengurus DPP Partai demokrat yang tidak berkelas. Masa’ tidak bisa mamaknai apa yang tersirat dan tersurat. Itu kan sama saja dia menunjukkan pada publik bahwa dia tidak paham,” pungkasnya.[asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini