Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Nasdem, Effendi Choirie

telusur.co.id – Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai NasDem Effendy Choirie menduga ada pihak-pihak yang ingin mendelegitimasi pemilu dengan menyebarkan hoaks kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Sepertinya ada upaya sistematis untuk mendelegitimasi pemilu melalui opini agar publik tidak mempercayai KPU dan hasil kerja KPU mengenai Pemilu Serentak 2019 khususnya Pemilihan Presiden,” ungkap Effendy Choirie di Jakarta, Kamis.

Upaya itu terlihat dari berbagai berita bohong atau hoaks yang dialamatkan kepada KPU. Politisi yang akrab disapa Gus Choi ini membeberkan beberapa hoaks yang tersebar di dunia maya.

Di Sumatera Utara, misalnya, beredar video yang menyebutkan ada surat suara di Sumatera Utara sudah tercoblos pasangan calon nomor 01 Jokowi-KH Ma’ruf Amin. KPU Sumatera Utara sigap langsung melaporkan akun Facebook tersebut ke Polda Sumut.

Lalu, surat suara sebanyak tujuh kontainer dari China tiba di Tanjung Priok, Jakarta dan surat suara tersebut sudah tercoblos nomor 01. KPU Pusat bergegas memeriksa kontainer tersebut dan hasilnya nihil alias hoaks.

Selain itu digoreng pula isu E-KTP untuk orang asing seolah-olah KPU yang membolehkan pemberian E-KTP untuk orang asing. Padahal E-KTP untuk orang asing merupakan perintah Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan.

Dengan maraknya hoaks menyerang KPU, Gus Choi menduga merupakan sebuah skenario besar dan sistematis untuk menggerus kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara pemilu sehingga terjadi delegitimasi hasil pemilu.

Dikhawatirkan dalam dua bulan ke depan isu-isu akan muncul lagi lebih marak di daerah lain menyangkut KPU setempat, untuk menimbulkan kesan KPU secara keseluruhan bermasalah.

“Kecurigaan ini beralasan. Sekarang KPU dibidik. Apalagi ada tekanan-tekanan ke KPU Pusat agar melakukan audit IT. Jika tidak bersih, Prabowo akan mundur. Kelihatan sekali ada agenda setting, entah oleh siapa,” ucapnya.

Dengan alasan itu, katanya, polisi harus segera memproses laporan yang disampaikan KPU Sumut dan diharapkan Polda Sumut segera mengungkap pemilik akun FB tersebut. Termasuk kemungkinan adanya aktor intelektual yang menjadi dirigen serta jaringannya.

Dalam kesempatan itu, Gus Choi pun mengajak semua pihak kembali menggunakan akal sehat dan tidak secara serampangan membuat pernyataan yang mendiskreditkan atau melemahkan KPU.

“Jangan pamer kebiasaan suka tuding sana sini, menyalahkan orang lain. Ingat ya, di saat satu jari menuding orang lain, tiga jari sedang mengarah ke diri sendiri,” kata Gus Choi. (ham)

Like :
BACA JUGA :  Tak Tahan 'Digoblokin' OSO, Politikus Hanura Rame-rame Nyaleg Lewat NasDem

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini