telusur.co.id- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbu) mengklarifikasi mengenai wacana tes Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia (AKSI) yang dianggap menggantikan Ujian Nasional (UN).

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Kemendikbud), Hamid Muhammad menjelaskan, AKSI itu merupakan langkah antisipasi pemerintah, jika ada perubahan kebijakan untuk menghilangkan UN pada pemerintahan selanjutnya.

“Yang saya sampaikan di depan teman-teman kemarin malam lebih pada antisipasi jika ada perubahan kebijakan tentang UN tahun depan. Kemdikbud sudah menyiapkan instrumen alternatif,” kata Hamid, Rabu (13/3/19)

Namun, jika ingin mengganti UN dengan AKSI, menurut Hamid, tergantung dari kebijakan Mendikbud pemerintahan berikutnya.

BACA JUGA :  KAMMI Minta Indonesia Tegas Kepada Cina Soal Diskriminasi Muslim Uighur

“Diganti atau tidak tergantung kebijakan Mendikbud mendatang,” tandasnya.[Ham]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini