Wakapolri Komjen Ari Dono Sukmanto

telusur.co.id- Dalam kehidupan sehari-hari, kabar bohong atau saat ini dikenal dengan hoaks kerap ditemukan. Tak hanya masyarakat biasa, bahkan Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto mengaku pernah menjadi korban hoaks.

Dia menjelaskan, dirinya pernah termakan hoaks, jika kolang kaling bisa jadi pereda nyeri.

“Yang ada sekarang ini, bangsa kita sebagian besar, termasuk saya pernah jadi korban hoaks, bahwa kolang kaling bisa mengobati nyeri. Kebetulan saya suka olah raga dan sering merasakan nyeri,” ujar Ari Dono saat membuka diskusi KBPP Polri dengan tema “Pemilu Damai Tanpa Hoaks, Ujaran Kebencian dan Isu SARA” di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (2/3/19).

BACA JUGA :  Hoax Adalah Kejahatan Komunikasi

Dia melanjutkan, setelah dirinya melakukan konsultasi dengan dokter, ternyata informasi yang diterimanya tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Karena zat galaktomanan yang terkandung dalam kolang kaling dan dipercaya sebagai pereda nyeri, ternyata hanya berfungsi sebagai penstabil makanan.

“Ketika saya tanya dokter, ternyata informasi itu tidak ada. Jadi yang saya terima itu berita bohong,” tegasnya.

Namun yang lebih berbahaya, kata Ari Dono, adalah hoaks soal politik. Karena hal tersebut yang dapat memecah belah bangsa.

“Jadi kita harus waspada, jangan mau diadu domba oleh kepentingan manapun yang menggunakan hoaks,” katanya mengingatkan.

BACA JUGA :  Fadli Zon Ngaku jadi Korban Kebohongan Ratna Sarumpaet

Dengan kemajuan teknologi informasi, kat dia, justru pengaruh hoaks makin massif dan mudah tersebar. Dia mengingatkan, ketika kita mendengar sebuah berita, terutama yang tidak baik, maka harus dipelajari betul.

“Demikian juga sekarang dengan teknologi yang maju, ada komputer (dan smartphone), yang memiliki jaringan,” katanya.

Oleh karena itu, tambah dia, Polri kerap menggelar deklarasi damai menjelang Pemilu 2019 ini.

“Salah satu cara kita terhindar dari hoaks adalah dengan cara deklarasi damai ini,” demikian Ari Dono.[tp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini