M.Natsir

Oleh : Lukman Hakiem

MELAWAN LUPA. Hari ini, 3 April 69 tahun yang lalu, merespons unjuk rasa di Malang (Jawa Timur), Sukabumi (Jawa Barat), Sumatera Tengah, dan lain-lain, yang menuntut pembubaran negara federal Republik Indonesia Serikat (RIS), anggota parlemen RIS, Mohammad Natsir (1908-1993), mengajukan Mosi Integral untuk menyelesaikan masalah secara menyeluruh dan memulihkan bentuk negara dari negara federal menjadi negara kesatuan.

Dengan kepiawaiannya berdiplomasi, Natsir berhasil meyakinkan fraksi-fraksi di Parlemen RIS –mulai dari yang paling kanan sampai yang paling kiri– untuk mendukung Mosi Integral yang diajukannya.

BACA JUGA :  Hakikat Dan Tujuan Jihad Kita

Parlemen RIS menerima Mosi Integral Natsir secara aklamasi. Perdana Menteri (PM) RIS, Mohammad Hatta (1902-1980), kemudian menjadikan Mosi Integral Natsir sebagai modal untuk mengakhiri eksistensi RIS dan memulihkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dengan Mosi Integral Natsir, RIS kembali menjadi NKRI tanpa satu orang atau golongan pun yang kehilangan muka, dan tanpa menumpahkan darah setetes pun.

Setelah itu Natsir dipercaya oleh Presiden Sukarno untuk menjadi Perdana Menteri NKRI yang baru terbentuk itu.

Saat mengajukan Mosi Integral, Ketua Umum Partai Islam Masyumi itu tidak pernah berpikir untuk menjadi Perdana Menteri. Adalah wartawan Harian Merdeka, Asa Bafagih, yang bertanya kepada Presiden Sukarno tentang siapa yang akan dia tunjuk menjadi Perdana Menteri NKRI? Sukarno (1901-1970) menjawab lugas: “Ya. Siapa lagi kalau bukan Natsir dari Masyumi. Mereka punya konsepsi menyelamatkan Republik melalui konstitusi.” NKRI yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur, adalah persembahan terbaik partai politik Islam kepada bangsanya.[Gus].

Like :

5 KOMENTAR

  1. Terima kasih kepada Moh.Natsir karena beliau telah memperjuangkan sesuatu kedaulatan negara dan bentuk negara yang federal kini menjadi bentuk negara kesatuan dimana rakyat indonesia telah menjunjung tinggi rasa kesatuan yang ada di negeri ini,semoga rasa kesatuan itu tetap ada didalam jiwa kita dan pesan kami sebagai mahasiswa jangan mudah terpengaruh oleh kekuatan media yang mengumbar berita ataupun informasi Hoax yang menghancurkan rasa kesatuan,apalagi di tahun pemilu ini kita semua saudara jangan sampai terpecah belah oleh karena itu pilihlah apa yang akan kamu pilih

    #Universitas_Islam_Riau
    #Riau Satu
    #Salam Indonesia

  2. Terima kasih.
    Apa yang dilakukan oleh Moh. Natsir ini memang sangat penting dan berpengaruh untuk masa sekarang dan yang akan datang, mengapa demikian, karena dengan perjuangannya membentuk negara indonesia dari federal menjadi kesatuan dapat menjadikan anak anak milenial sekarang tidak lagi mempunyai sifat individualis, membuat generasi muda menjunjung tinggi kebersamaan dan kesatuan, dan tidak mudah percaya dengan hoax hoax yang beredar untuk memecah belah persatuan, kita adalah anak muda yang akan tetap bersatu, dimanapun kita, kita tetap satu indonesia.

    #universitas_islam_riau
    #Riausatu
    #indonesia

  3. Terima kasih untuk Muh. Natsir yang sepanjang hidupnya telah mengorbankan segalanya demi Agama dan Negara dengan penuh keikhlasan dan penuh perjuangan serta pengorbanan. dengan menyatukan kembalinya Indonesia menjadi NKRI.
    Perstiwa ini menjadikan pelajaran yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia untuk sekarang maupun yang akan datang.

  4. Terimakasih.
    Perjuangan Moh Natsir dalam membentuk kembali negara NKRI dari federal memang patut di jadikan contoh. Semangat beliau dalam mempersatukan indonesia bisa di jadikan teladan bagi kami terutama mahasiswa. Negara NKRI yg dikenal dengan berbagai budayanya memang tidak pantas jika menganut negara federal. Saat ini Sudah sepantasnya mahasiswa untuk kembali bersatu dalam membangun indonesia agar tidak ada lagi perpecahan dan permusuhan dalam berbagai kalangan. Serta menciptakan indonesia yg damai dan sejahtera sesuai dengan amanat UUD 1945. Seperti juga Muh Natsir yg berusaha keras dan sangat berani dalam melakukan prakarsa menyelamatkan indonesia yg semakin terpecah2 di kala itu.

  5. terima kasih.
    hal ini menyatakan bahwa partai islam dan pemimpinnya serta dukungan semua komponen bangsa lebih memilih bentuk negara KESATUAN daripada bentuk negara FEDERAL……
    MUNGKIN yg jadi persoalan selanjutnya adalah implementasi neg. kesatuan dapat dijalankan penuh keadilan atau tidak? berwarna OTORITER atau tidak ? ada diskriminasi minoritas atas mayoritas atau tidak ? atau sebaliknya…..
    bentuk negara kesatuan adalah pilihan tepat. Namun itu bukan jaminan segalagalanya untuk keutuhan negeri ini….. (HA-RIAU)

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini