Bendera Iran

telusur.co.id – Sikap Amerika Serikat yang menuding pemerintah Iran telah melanggar kesepakatan mengenai nuklir dibantah oleh Badan Tenaga Atom Internasional (AIEA). Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional (AIEA) Yukiya Amano menegaskan Iran telah melaksanakan komitmennya dalam Rencana Aksi Menyeluruh Bersama (JCPOA).

“Saya menyatakan bahwa Iran telah melaksanakan sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan bahan peledak nuklir sebelum akhir 2003,” kata Amano dikutip Kantor Berita Iran, IRNA, Rabu.

Kepala IAEA itu menekankan bahwa semua kegiatan ini tidak berlanjut di luar studi kelayakan dan sains, dan pengambil-alihan kemampuan serta kemampuan teknis terkait tertentu.

Ia kembali menyampaikan kepatuhan Iran pada komitmen yang berkaitan dengan nuklir, dan mengatakan IAEA tidak memiliki petunjuk yang dapat dipercaya mengenai kegiatan Iran tentang pengembangan bahan peledak nuklir setelah 2009.

Pemimpin IAEA tersebut menekankan fakta bahwa lembaga itu akan terus mengabsahkan tidak-dialihkannya bahan nuklir yang diumumkan oleh Iran berdasarkan Kesepakatan Perlindungan NPT. Ia mengatakan, “Pelaksanaan Kesepakatan Perlindungan Menyeluruh, Protokol Tambahan, dan tindakan transparansi lain di Iran berdasarkan JCPOA menjadi sistem pengabsahan yang paling kuat yang ada di sini di dunia.”

Presiden AS Donald Trump pada 8 Mei 2018 mengumumkan penarikan AS dari JCPOA, yang dikutuk oleh pihak lain di dalam kesepakatan 2015 tersebut dan penekanan mereka untuk mempertahankan kesepakatan internasional bersejarah itu.

Badan Tenaga Atom Internasional di dalam laporan ke-14-nya pada 22 Februari kembali menyampaikan kepatuhan Iran pada komitmennya berdasarkan kesepakatan nuklir yang dikenal dengan nama Rencana Aksi Menyeluruh Bersama (JCPOA). (ham)

Like :
BACA JUGA :  Soal Nuklir Iran, Amerika Ditolak Mentah-Mentah Sekutunya

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini