Amien Rais jadi saksi kasus Ratna Sarumpaet, Kamis (4/4/19). (Istimewa0

telusur.co.id – Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Amien Rais, menjadi saksi dalam sidang terdakwa kasus hoaks Ratna Sarumpaet. Sidang dilaksanakan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis (4/4/19).

Dalam persidangan, Amien mengaku tak tak pernah menerima kiriman foto Ratna saat wajahnya lebam. Pasalnya, dia mengaku tidak pernah memiliki ponsel selama 20 tahun terakhir.

“Saya sama sekali tidak dikirim gambar (wajah lebam) dari Ratna. Saya sudah lama tidak punya handphone, sudah 20 tahun,” ujar Amien di PN Jakarta Selatan.

Menurut Amien, pertama kali ia mendapat kabar soal penganiayaan Ratna dari media daring dan YouTube. Ia melihat wajah lebam Ratna yang saat itu diakui bekas penganiayaan, dari komputer jinjing miliknya.

BACA JUGA :  Amien Rais Sebut Allah Akan Lengserkan Jokowi, Ngabalin: Jaga Lisanmu

“Saya (pertama kali mengetahui info Ratna dianiaya) lihat dari laptop,” jelasnya.

Lebih jauh mantan Ketua MPR RI ini juga mengaku lupa, apakah Ratna pernah meminta maaf kepadanya pasca kebohongannya terkuak. Ia hanya mendengar info tersebut sepintas lalu.

“Saya dengar kabar bahwa Ratna minta maaf ke Prabowo dan saya. Kelemahan saya tidak punya handphone,” terangnya.

Sebelumnya, kuasa hukum terdakwa kasus penyebaran hoaks Ratna Sarumpaet, Desmihardi mengatakan, kliennya mengakui telah berbohong terkait luka lebam yang ada di wajahnya. Menurutnya, hal ini patut diapresiasi.

BACA JUGA :  Ruhut: Biarlah si Tua Bangka yang Sudah Bau Tanah Itu Menggonggong

“Kita harus hormat pada beliau karena jarang orang yang mengakui kesalahannya. Dan sanksi moral sudah diterima,” ujar Desmihardi di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis (28/2/19).

Desmihardi juga menjelaskan, tidak ada niatan dari kliennya untuk membuat gaduh suasana politik. Pasalnya, kebohongan yang dibuat Ratna juga diyakini oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno.

“Kita lihat kebohongan itu diproduksi bukan untuk meyakinkan masyarakat saja kok, dan bahkan untuk meyakinkan BPN Prabowo – Sandi. Jadi saya lihat tidak ada motif politik sama sekali,” jelasnya. (fhr)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini