Anjing Kintamani, Foto: Dok. Kementan


telusur.co.id – Anjing Kintamani Bali resmi disahkan sebagai anjing ras dunia oleh FCI (Federation Cynologique Internasionale) pada 20 Februari 2019. Dengan pengakuan ini, kedudukan Anjing Kintamani sejajar dengan anjing ras lainnya, dan dapat meningkatkan gengsi serta nilai ekonominya.

Demikian disampaikan oleh Ketua Indonesia Kennel Klub atau IKK (dulu Perkin), Benny Kwok Wie Sioe pada saat acara penyerahan sertifikat pengakuan FCI kepada Gubernur Bali, I Wayan Koster di Gedung Wiswashaba, Kantor Gubernur Bali, Denpasar.

“Kami mengapresiasi Pemda Bali dan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementan atas dukungannya sehingga Anjing Kintamani dapat diakui oleh FCI,” kata Benny dalam keterangannya, Senin (15/4/19).

“Usaha untuk menjadikan Anjing Kintamani sebagai ras dunia telah mulai dirintis pada tahun 1985. Ini dimulai sejak Kontes dan Pameran Anjing (dog show) Kintamani pertama diadakan di Universitas Udayana,” tambah Benny.

BACA JUGA :  Cagub PDIP, Wayan Koster Lepas Pawai Ta'aruf dan Jalan Sehat dalam rangka Milad Muhammadiyah ke-105

Senada dengan Benny, Dirjen PKH, Kementan, I Ketut Diarmita menjelaskan, Anjing Kintamani memiliki penampilan fisik yang menarik, mempunyai kecerdasan, ketangkasan, dan kepatuhan terhadap pemilik. Sehingga, mudah dilatih, juga mudah dikenali. Akhirnya, dapat diakui sebagai anjing ras unggul yang tidak kalah dengan anjing ras lainnya di dunia.

“Saya berharap pengakuan FCI ini akan mengangkat minat masyarakat untuk berpartisipasi dalam memelihara sekaligus mengembangkan Anjing Kintamani ke depan,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap proses pengakuan FCI dan pengembangan Anjing Kintamani, kata Ketut, Kementan pada 2014 lalu telah menerbitkan Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 581/kpts/sr.120/4/2014 tentang Penetapan Rumpun Anjing Kintamani sebagai rumpun anjing lokal Indonesia dan berkembang biak secara turun temurun di Kabupaten Bangli, Bali.

BACA JUGA :  Bali Tuan Rumah World Hindu Meet 2018

“Anjing Kintamani yang telah mendunia ini perlu dikembangkan dan dipromosikan secara terus menerus sehingga tidak hanya membanggakan tetapi juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat yang memelihara dan mengembangkannya,” paparnya.

“Saya juga mendorong agar Anjing Kintamani ini segera didaftarkan melalui Domestic Animal Diversity – Information System (DAD-IS) yang dikelola oleh FAO sebagai salah satu organisasi dibawah PBB yang menyediakan ruang khusus terkait pencatatan atau koleksi informasi dari seluruh sumber daya genetik dengan sumber daya genetik dibidang pertanian (tanaman dan ternak/hewan) dari seluruh dunia,” tandasnya.[asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini