Juru Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, Arief Puyono. / Net

telusur.co.id – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Puyuono membantah dokumen yang di publish oleh jurnalis independen asal Amerika Serikat (AS), Allan Nairn.

Disebutkan dalam laporan itu, Prabowo bakal melumpuhkan kelompok Islam kanan, seperti HTI, termasuk mengembalikan dwi fungsi ABRI, seperti zaman Orde Baru.

Dalam pertemuan di kediaman Prabowo di Kertanegara, yang menurut Allan dihadiri oleh orang-orang dekat mantan Danjen Kopassus itu, juga dihadiri Arief Puyuono.

Arief dengan tegas membantah isi dokumen Allan. Menurut Arief, dirinya sama sekali tidak pernah hadir dalam pertemuan yang disebut Allan itu. “Nah, itu Allan penipu. Wong aku engga rapat,” tegas Arief kepada telusur.co.id, Selasa (16/4/19).

BACA JUGA :  Jika Arief Puyuono Dipecat, Buruh Ancam Tarik Dukungan Dari Gerindra dan Prabowo

Allan, dalam laporannya menyebut pada 21 Desember 2018 Prabowo menggelar rapat tertutup di kediamannya, Jalan Kertanegara Nomor 4, Jakarta Selatan, pada malam hari pukul 21.00 hingga 23.15 WIB. 

Rapat yang dihadiri orang-orang lingkaran Prabowo, termasuk Fadli Zon dan Arief Poyuono itu disebut Allan membahas langkah konkret menghadapi sejumlah isu strategis, seperti tuduhan Prabowo-Sandi mendukung khilafah. Hingga, “balas dendam” politik terhadap partai yang saat ini berkuasa. 

Terkait isu khilafah itu, rapat memutuskan menunjuk Mayjen TNI (Purn) Arifin Seman menyusun nama yang cocok untuk menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). 

BACA JUGA :  Rusak Hubungan PDIP-Gerindra, Arief Puyuono Bakal Dicopot Jabatannya

“Perombakan besar-besaran di tubuh BIN akan mengarah pada agenda penyerangan terhadap lawan politik dan pelumpuhan kelompok HTI, FPI, JAD, dan yang setara dengan itu,” tulis Allan dalam laporannya. 

“Tugas lain dari BIN nanti adalah melemahkan partai koalisi untuk meningkatkan dominasi Gerindra dalam pemerintahan: PKS dan Partai Demokrat akan digembosi habis-habisan melalui berbagai kasus korupsi lama dan yang baru,” demikian lanjutan laporan Allan

Sementara terkait balas dendam politik, laporan Allan Nairn menyebut Fadli Zon dan Fahri Hamzah ditugaskan menentukan Jaksa Agung baru. 

“Tugas utama Jaksa Agung baru adalah mengadili sebanyak-banyaknya lawan politik dari PDI Perjuangan, NasDem, Golkar, PKB, dan PPP,” tulisan laporan Allan Nairn.

Allan mengklaim mendapatkan informasi itu dari pihak intelijen. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini