telusur.co.id – Tim Advokasi Pemilu Untuk Rakyat Berkeadilan (TEMPUR) bersama Relawan Tsamara Amany Alatas (RETAS) melakukan deklarasi posko pengaduan kawal suara pemilihan legislatif (Pileg) 2019.

Koordinator Tim TEMPUR Abdul Rohman menjelaskan, dibuatnya Posko ini, untuk membantu Bawaslu melakukan pengawalan dan pemantauan langsung dari pelaksanaan Pemilu agar berlangsung jujur, adil, bebas dari bentuk intimadasi dan kecurangan.

“Peluncuran dan deklarasi posko pengaduan Pileg 2019 ini bertujuan untuk membantu komitmen Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) untuk mewujudkan Pemilu yang demokratis, berkualitas, adil, jujur, menghindari money politik dan menghormati perbedaan suku, agama, ras dan golongan,” kata Rohman, di Cikini, Jakarta, Jumat (12/4/19).

BACA JUGA :  Pengundian Nomor Urut Capres-Cawapres, 3.886 Aparat Jaga Kantor KPU

Di Pemilu 2019 kali ini, Rohman mewanti-wanti agar tidak terjadi kecurangan. Karena, potensi kerawanan kecurangan ada, seperti formulir C6 atau undangan pemilih ke TPS tidak didistribusikan, money politik memilih salah satu calon, intimidasi dilokasi TPS, kertas suara sudah tercoblos, hingga terkait manipulasi suara dalam formulir C1.

Ditambah, data pemilih tetap (DPT) KPU untuk DAPIL DKI JAKARTA II, Dapil dari Tsamara meliputi (Jakarta Pusat 8 Kecamatan; 44 Kelurahan; 2,992 TPS; 404,438 Laki-laki; 405,537 Perempuan; pemilih 809,975.. Jakarta Selatan, 10 Kecamatan, 65 Kelurahan, 6,449 TPS, 842,277 Laki2, 852,039 perempuan, pemilih1,694,316 & Luar Negeri 2,058,191 pemilih.

Untuk mencegah adanya praktek kecurangan, Ia pun menyerukan, relawan dan masyarakat pemilih dilingkungan TPS diharapkan aktif, fokus terhadap hasil akhir rekapitulasi penghitungan suara serta mendokumentasikan hasil rincian suara akhir pemilu 2019.

BACA JUGA :  Ketua KPU Bantah Ocehan Andi Arief Soal Dijanjikan Sesuatu

“Jika relawan dan masyarakat melihat adanya praktek kecurangan tersebut diharapkan segera melaporkan ke pengawas pemilu atau melaporkan ke posko pengaduan yang sudah tersebar dengan syarat pendokumentasian rekapitulasi suara akhir yang ditempelkan oleh KPPS. Sebab bila relawan dan masyarakat tidak segera melaporkan semua dugaan kecurangan, hal itu bisa menguap atau hilang begitu saja,” serunya.

Senada dengan Rohman, Caleg PSI Dapil Jakarta II, Tsamara Amani meminta para relawan untuk terus mengawasi TPS.

“TPS jangan sampai kosong. Karena banyaknya pencurian suara,” tandasnya.[Far]

.

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini