Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Fritz Edward Siregar. Foto: Istimewa

telusur.co.id — Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Fritz Edward Siregar menganggap, ancaman yang harus diantisipasi dalam Pemilu dan Pilpres 2019 ini ialah konflik sosial. Karenanya, aparat berwajib harus melakukan pemetaan dengan sangat hati-hati.

“Konflik sosial ini harus diantisipasi dan dimitigasi secara maksimal oleh aparat kepolisian. Baik dari tingkat Polres maupun Polda,” kata Edward di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta, Sabtu (13/4/19).

Dijelaskan Edward, jika mapping sudah dilakukan, artinya personil yang ditempatkan harus kuat dalam mitigasi, serta sarana prasarana digunakan juga harus cukup memadai. “Agar betul-betul konflik sosial itu bisa diredam secara maksimal,” paparnya.

BACA JUGA :  Jika Terbukti Bersalah, Gubernur Anies Berpotensi Dipidana

Menurut dia, ada beberapa daerah yang harus benar-benar dijaga agar sesuatu yang tidak diharapkan tak terjadi. Dimulai, Tangerang Selatan, Jogja, Maluku Utara, Papua sampai DKI Jakarta.

Ia berharap, seluruh Polda memperhatikan dan menyiapkan rencana pengamanan secara konprehensif.

“Apabila betul-betul terjadi konflik maka langkah-langkah apa yang harus dilakukan yang sudah ada selama ini,” tandasnya.[asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini