Tsamara Amany. (Istimewa)

telusur.co.id – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar meminang Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany Alatas untuk menjadi kader partainya. Pernyataan Cak Imin ini dilontarkannya usai PSI mengakui kekalahannya.

Bahkan, Cak Imin menawarkan posisi Wakil Ketua Umum PKB kepada Tsamara. Cak Imin membuka pintu partai yang diketuai olehnya untuk Tsamara yang gagal menjadi anggota DPR.

Hal itu diungkapkan oleh Cak Imin melalui akun Twitter miliknya @cakiminnow. “Ayo masuk PKB saja @TsamaraDKI,” cuit Cak Imin.

Ajakan bergabung ke PKB disampaikan Cak Imin saat mengomentari video yang diunggah oleh Tsamara melalui akun Twitter miliknya. Dalam video tersebut, Tsamara mengucapkan selamat kepada capres nomor urut 01 Jokowi – Maruf Amin yang dinyatakan sebagai pemenang menurut hasil quick count.

BACA JUGA :  Rayakan Ulang Tahun ke 52, Cak Imin Adakan Pengajian Kitab Kuning

Masih di video yang sama, Tsamara juga menyatakan bahwa PSI gagal menembus Senayan. Lalu ia berjanji untuk terus berjuang demi rakyat meski berada di luar parlemen.

Cak Imin ‘me-mention’ akun Twitter milik Wasekjen PKB Maman Imanulhaq untuk memprioritaskan kursi Waketum PKB agar bisa diisi oleh Tsamara.

“Prioritaskan @TsamaraDKI untuk waketum kata @kang_maman72 setuju? Aku sih setuju,” ungkap Cak Imin.

Terpisah, dalam akun Instagram @tsamaradki, Tsamara mengaku belum akan meninggalkan partai yang telah membesarkan namanya itu. Menurutnya, ada sekitar tiga juta orang yang menitipkan suara ke PSI yang harus diperjuangkan.

“PSI adalah cinta pertama dalam politik. Sulit untuk meninggalkan apa yang sudah kami mulai. Ada 3 juta suara yang telah percaya pada kami. 3 juta bukan suara yang sedikit. Mereka adalah orang-orang yang harus diperjuangkan,” ujar Tsamara dalam Instagram Story-nya.

BACA JUGA :  Meski Cak Imin Tak Jadi Cawapres, PKB Tetap Usung Jokowi

Menurutnya, perjuangan PSI tidak sebatas menembus parlemen. Terlebih lagi, suara PSI di Ibu Kota cukup memuaskan.

“Di Jakarta, menjadi partai empat besar. Artinya Jakarta menaruh harapan untuk perubahan. Kami memang belum bisa berada di Senayan. Tapi bukan berarti ini akhir dari perjuangan,” tulisnya lagi.

Tsamara juga menyebut, posisi bukanlah tujuan utamanya berpolitik. Ia mengaku akan terus berjuang meskipun tidak berada di kursi legislator.

“Secara pribadi, kursi atau jabatan bukan segalanya untuk saya. Meski dengan kuasa kita dapat berbuat lebih banyak. Di mana pun saya berada, di dalam DPR atau luar DPR, saya akan tetap bersama idealisme yang saya pegang ketika awal masuk politik,” tulis Tsamara. (Fhr)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini