Diskusi bertajuk "DPT Bermasalah, Ancaman Legitimasi Pilpres" di Seknas Prabowo-Sandi, Jalan HOS Cokroaminoto, Jakarta Pusat, Selasa (2/4/19). Foto: telusur.co.id/Tio Pirnando

telusur.co.id- Politikus Partai Gerindra Adhyaksa Dault meminta Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menindak mantan Kapolsek Pasirwangi, Kabupaten Garut, AKP Sulman Ajiz yang menarik pernyataannya semula mengaku Kapolres Garut memerintahkan anak buahnya untuk mendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo dan Ma’ruf Amin.

Adhyaksa menuding, eks Kapolsek ini telah membuat kabar bohong alias hoax di tengah hari H pencoblosan Pilpres sebentar lagi.

“Kami minta sebagai relawan kepada Kapolri orang (Eks Kapolsek) ini ditindak. Kami minta tindak dia. Kenapa, karena dia telah menimbulkan suasana hoax,” tegas Adhyaksa dalam sebuah diskusi bertajuk “DPT Bermasalah, Ancaman Legitimasi Pilpres” di Seknas Prabowo-Sandi, Jalan HOS Cokroaminoto, Jakarta Pusat, Selasa (2/4/19).

BACA JUGA :  Adhyaksa Dault Minta KPU Segera Hapus 17,5 Juta DPT Invalid

Mantan menteri pemuda dan olahraga (Menpora) ini mengaku kaget ketika tiba-tiba mendengar pengakuan dari AKP Sulman Ajiz tersebut. Sebab, dia dengan jelas dan rinci mengatakan, ada dugaan arahan dari atasannya memerintahkan untuk mendukung salah satu Paslon Pilpres 2019.

Selang beberapa jam, imbuhnya, pengakuannya tersebut ditariknya. Dengan alasan dilatarbelakangi emosi dan permasalahan pribadi dengan Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna.

“Kita semua kaget dan terbuka tiba-tiba beberapa jam kemudian dia ralat dengan pakaian lengkap, dia mengatakan saya dalam keadaan stres. Dia berani mengeluarkan seperti itu hanya dengan catatan dia emosi. Sementara pilpres tinggal 15 atau 16 hari lagi,” kata Adhyaksa.

BACA JUGA :  Kapolres Perintahkan Dukung Jokowi, Ketua DPR : Harus Ditelusuri

“Dengan mudahnya kemudian minta maaf karena dalam keadaan stres. Harus ditindak dong. Karena dia kecewa karena di mutasi. Kalau betul seperti itu maka dia harus ditindak,” sambungnya.

Penindakan ini harus dilakukan dengan aturan yang berlaku. Sebab, telah diduga telah membuat ketidak kondusifan di tengah publik.

Adhyaksa mengaku yakin, secara institusi Polri maupun TNI tetap menjaga netralitasnya dalam Pemilu.

“Saya yakin dan percaya Polri dan TNI akan berushaa untuk tetap netral dan pasti netral,” tandasnya.[asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini