Ilustrasi

telusur.co.id – Jelang pencoblosan pemilihan Presiden 2019, muncul lembaga survei yang mengaku berasal dari Amerika Serikat, yakni Precision Public Policy Polling (P4), yang melakukan survei terkait dua pasang calon yang berkontestasi di Pilpres RI 2019.

Lembaga itu menyebut peluang calon presiden nomor 02, Prabowo Subianto memenangi Pemilu 2019 dengan cukup besar, yakni mencapai 54 persen. Sedangkan calon presiden nomor 01, Joko Widodo, menurut survei itu, sebesar 37 persen, dan 9 persen tidak memberikan jawaban.

Rilis survei yang di broadcast itu beredar melalui pesan instan WhatsApp, Senin kemarin.

Dalam rilis itu, P4 mengklaim melakukan survei terhadap 3.032 responden dari 800.091 TPS di 499 kabupaten/kota di 349 provinsi. Tidak diketahui apakah penulisan 349 provinsi itu kesalahan penulisan atau tidak.

Dalam rilis yang disebar, lembaga itu mengklaim dalam surveinya menggunakan metodologi teknologi Interactive Voice Response (IVR).

BACA JUGA :  Harta Sandiaga Rp 5 Triliun, Utangnya Lumayan

Penelusuran

Berdasarkan penelusuran redaksi telusur.co.id, terkait profil “Precision Public Policy Polling” tidak ditemukan di mesin pencari raksaksa Google. Profil lembaga riset itu tidak ditemukan sama sekali. Soal Jokovic Martinez sebagai Direktur Operasi P4 juga tidak ditemukan. Bahkan parahnya, tidak ada pula alamat kantor, atau alamat situs lembaga itu di internet.

Penelusuran di lembaga pemeringkat polling FiveThirtyEight.com, sebagaimana yang dilakukan redaksi telusur.co.id, nama lembaga survei “Precision Public Policy Polling” juga tidak ada dalam daftar 538 lembaga yang dianalisa dan diperingkatkan.

Justru, saat pertama kali dilakukan pencarian, soal lembaga “Precision Public Policy Polling”, yang muncul justru lembaga bernama “Public Policy Polling”. Sebuah lembaga survei cukup kredibel yang bermarkas di Carolina Utara.

BACA JUGA :  Surat Suara Jokowi-Ma'ruf Sudah Tercoblos, Bawaslu Minta KPU Hentikan Pemilihan Di Malaysia

Lembaga ini berada di peringkat 16 dari 19 lembaga pollster paling akurat selama memantau Pemilu AS 2016. Saat itu “Public Policy Polling” memiliki ‘average error” 5,2 (Average errors adalah perbedaan antara hasil polling dengan hasil sebenarnya).

Terkait “Public Policy Polling”, alamat situs di publicpolicypolling.com. Sistem kerjanya, menggunakan teknologi Interactive Voice Response (IVR) sama seperti yang diklaim P4 yang ramai itu.

Dalam analisa FiveThirtyEight.com berdasarkan penelusuran, “Public Policy Polling” ditempatkan sebagai lebaga dalam grade B, dengan rata-rata average errors 4,9.

Catatan Redaksi:
Mesin pencari terbesar di dunia, Google juga tidak memiliki rekaman arsip orang bernama Jokovic Martinez. Pencarian melalui IntelTechniques, PeopleFindThor atau langsung di laman Facebook juga tidak menemukan arsip nama Jokovic Martinez.

[ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini